Rabu, 8 April 2026

Berita Tulungagung

Hasil Sampling Siswa Peserta PTM Terbatas di Tulungagung, Semuanya Negatif Covid-19

Pemkab Tulungagung melakukan rapid test antigen secara acak terhadap puluhan siswa yang ikut PTM terbatas, hasilnya semua negatif.

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman/david yohanes
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo memantau PTMT di SDN 6 Ngunut. 

TRIBUNMATARAMAN.com | TULUNGAGUNG - Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo memantau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di sejumlah sekolah, Selasa (28/9/2021).

Pemantauan ini bagian dari upaya kontrol protokol kesehatan (Prokes) pelaksanaan PTMT, untuk menghindari munculnya klaster sekolah.

Di antara sekolah yang dikunjungi adalah  SMPN 3 Tulungagung dan SDN 6 Ngunut.

“Bukan hanya memantau pelaksanaannya, tapi juga merumuskan apa yang harus dilakukan ke depan,” ujar Maryoto.

Menurutnya, saat ini kasus Covid-19 sangat terkendali.

Penambahan pasien pada Senin (27/9/2021) kemarin hanya dua orang, dan sehari sebelumnya tujuh orang.

Sementara angka kesembuhan telah lebih tinggi dari kasus baru.

Meski demikian pihaknya mewaspadai pelaksanaan PTMT, karena mempunyai potensi menjadi sumber penularan Covid-19.

Salah satu bentuk antisipasinya adalah melaksanakan uji petik siswa untuk melaksanakan rapid test antigen.

“Sudah ada sekitar 40 siswa yang secara acak dilakukan rapid test antigen. Dan semuanya hasilnya negatif,” ungkap Maryoto.

Testing ini untuk mengetahui perkembangan kasus selama awal pelaksanaan PTMT.

Maryoto menekankan semua sekolah terus menjaga prokes secara ketat di lingkungannya.

Selain itu ia juga mengingatkan ketentuan PTMT hanya 30 persen dari kapasitas, setiap siswa hanya masuk sekolah dua kali per minggu dan hanya dua jam per hari.

“Kalau semua patuh pada aturan, taat protokol kesehatan, kita semua berharap tidak pernah ada klaster di sekolah,” tegas Maryoto.

Pemantauan dan sampling berkala ini akan dilakukan, untuk memastikan kondisi Covid-19 di sekolah tetap terkendali.

Selain itu vaksinasi di masyarakat umum dan pelajar juga terus digalakkan.

Diharapkan pencapaian vaksinasi juga turut membawa dampak kasus Covid-19 di Tulungagung semakin terkendali.

“PPKM dievaluasi setiap dua minggu. Kami berharap pencapaian vaksinasi bisa digenjot, dan kita turun level,” tandas Maryoto. (David Yohanes)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved