Regional
Anak Terlibat Skandal Cinta Segitiga dengan Wanita Bersuami, Ayah Aniaya Putranya Hingga Tewas
Korban pun diinterograsi oleh FS bersama sang istri. Disitulah ia mendapat jawaban, keduanya sering melakukan hubungan layaknya suami istri.
TRIBUNMATARAMAN.COM - Seorang ayah nekat menghajar putranya sendiri bersama suami yang istrinya diselingkuhi hingga tewas.
Ayah berinisial IM asal di Pandeglang, Banten tega menganiaya anak kandungnya berinisial YA setelah diberitahu jika putranya itu menjadi selingkuhan NS, istri dari FS (30) warga Kampung Cicalung, Desa Kadomas, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang.
Mendengar anaknya terlibat skandal cinta segitiga, IM seketika itu marah.
Apalagi wanita yang dicintai itu sudah memiliki suami, sehingga bisa merusak keharmonisan rumah tangga FS dan NA.
Terlebih, YA sudah dianggap melakukan tindakan lebih jauh.
Terbongkarnya perserlingkuhan brondong dengan wanita bersuami bermula saat FS baru pulang kerja dari Jakarta.
Sesampai di rumah, ia mengecek ponsel istrinya dan melihat ada chat mesra antara NS (istrinya) dengan YA.
Tidak itu saja, FS juga melihat riwayat video call serta telepon antara istrinya dan selingkuhannya dengan frekuensi yang cukup sering.
Akhirnya FS berinisiatif menghubungi lewat ponsel YA lewat ponsel istrinya agar datang ke rumahnya.
Setelah korban mendapat pesan dari ponsel orang yang dicintai, langsung datang.
Ketika hendak masuk ke rumah, YA terkejut ternyata ada FS (suami NS).
"Korban pun diinterograsi oleh FS bersama sang istri.
Disitulah ia mendapatkan jawaban ternyata keduanya sering melakukan hubungan ilayaknya suami istri," tutur Kapolres Pandeglang, AKBP Belny Warlansyah.
Setelah mendapatkan jawaban dari YA dan istrinya, FS akhirnya memanggil MI.
Kaget sekaligus geram, ayah korban memukuli anaknya hingga tewas bersama dengan FS dan empat orang lainnya.
"Jadi mendengar hal tersebut korban dipukuli oleh sang ayah dan pelaku lainnya hingga tak sadarkan diri dan meninggal dunia," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Kekerasan.jpg)