Berita Blitar
Tangis Haru Mewarnai Pembebasan Dua Ibu Setelah 6 Hari Ditahan karena Ngutil Susu
Braaakkk, Marti langsung panik dan ketakutan karena kasir toko itu langsung menghentikan langkahnya.
TRIBUNMATARAMAN.COM I BLITAR - Suasana haru mewarnai langkah dua ibu saat keluar dari sel tahanan Polres Blitar. Senyum bercampur tangis bahagia mengembang dari wajah kedua ibu yang menghirup udara bebas, Rabu (08/9) siang.
Mereka senang karena telah dibebaskan setelah enam hari merasakan penggapnya ruangan sel Polres Blitar.
Sembari menitikkan air mata, mereka bersyukur karena terbebas dari kasus kejahatan yang telah diperbuatnya, Kamis (2/9) lalu. Kedua ibu tersebut mencuri barang di toko, seperti susu, minyak kayu putih, dll.
Pembebasan atas kasus pencurian itu berkat upaya petugas, yang berhasil melakukan mediasi.
Hasil mediasi itu, pemilik toko yang menjadi korban kejahatan kedua ibu, luluh hatinya, hingga mencabut laporannya.
"Karena kerugiannya cuma segitu (hanya sekitar Rp 640.000), maka kami lakukan mediasi. Dan, korbannya bersedia menerima atau tak menuntut lagi, dengan mencabut laporannya," kata AKBP Adhitya Panji Anom, Kapolres Blitar.
Kedua ibu-ibu itu adalah Marti (55) dan keponakannya, Yuli (29), keduanya warga Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
Namun, sebelum dibebaskan, petugas memberikan persyaratan agar tak mengulangi perbuatannya lagi.
Jika sampai melakukan perbuatan jahat serupa, misalnya, maka petugas mengancam tidak akan memberikan ampun.
Ditambahkan, yang meringankannya karena mereka belum pernah berurusan dengan kasus kejahatan serupa.
"Sudah dicek dan mereka belum pernah melakukan sebelumnya seperti yang telah dilakukan di toko swalayan itu," ujarnya.
Perlu diketahui, Kamis (02/9) siang lalu, mereka tertangkap basah karena ngutil barang di toko swalayan Rina di Desa Pasiraman, Kecamatan Wonotirto.
Modusnya, mereka diketahui datang ke toko itu, dengan berboncengan motor, lalu masuk toko dengan berlagak seperti pembeli.
Meski berada di pedesaan namun toko itu sudah mirip supermarket. Barangnya tertata rapi dan sebagian di atas rak, sehingga pembeli tak usah dilayani meski ada penjaga tokonya.
Penjaganya cukup mengawasi dari kejauhan karena si pembeli mengambil sendiri terhadap barang yang akan dibeli.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Ibu-blitar.jpg)