Senin, 8 Juni 2026

Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung

Seorang Siswa Kelas 5 SD di Tulungagung Terpapar Kelompok Terorisme

Seorang siswa SD kelas 5 di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, terpapar kelompok teroris lewat dunia maya

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/David Yohanes
Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Tulungagung, Kasil Rokhmad mengaku tengah mendampingi siswa kelas 5 SD yang terpapar kelompok terorisme. Sebelumnya siswa ini aktif di media sosial, kemudian diajak masuk grup WhatsApp berisi kelompok teroris internasional.  

Ringkasan Berita:

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG  - Seorang siswa SD kelas 5 di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, terpapar kelompok teroris lewat dunia maya.

Saat ini  Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Tulungagung tengah mendampinginya.

"Kami sudah satu bulan ini mendampinginya," jelas Kepala Dinas KBPPPA Tulungagung, dr Kasil Rokhmad, Senin (15/12/2025).

Lanjut Kasil, temuan kasus ini dari pantauan siber yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Sebelumnya siswa ini aktif di media sosial, seperti Tiktok.

Di media sosial, siswa ini sering mengunggah materi radikalisme.

"Materi yang diunggah ini kemudian ditangkap oleh kelompok terorisme internasional. Dia kemudian dihubungi," sambung Kasil.

Siswa ini kemudian dimasukkan dalam grup WhatsApp berisi kelompok terorisme internasional.

Baca juga: Ngecas Aki, Dua Unit Motor di Showroom Jl Veteran Kota Blitar Ludes Terbakar

Lewat grup WhatsApp ini, si siswa dipengaruhi ajakan kekerasan.

Saat ini siswa ini sedang menjalani proses deradikalisasi bekerja sama BNPT dan Densus 88 Anti Teror.

"Sebulan pendampingan ada perkembangan positif, sudah ada perubahan," tegas Kasil.

Masih menurut Kasil, sebenarnya ada 2 anak Tulungagung dalam temuan BNPT.

Selain siswa SD ini, ada siswa SMA yang terpapar radikalisme.

Siswa SMA memang mempunyai KTP Kabupaten Tulungagung, namun sekolah di luar Tulungagung.

Dengan temuan ini, Kasil meminta orang tua mengawasi anak-anaknya yang menggunakan gawai. 

Orang tua harus tahu apa yang dilakukan anaknya di media sosial.

"Karena sudah ada anak Tulungagung yang terpapar ajaran radikalisme lewat media sosial," tandasnya.

(David Yohanes/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved