Berita Terbaru Kabupaten Trenggalek
Saluran Air Bata Kuno Ditemukan di Kamulan Trenggalek, Warga Temukan Gerabah dan Bata 1 Meter
ODCB saluran air bata merah kuno ditemukan di Sungai Dusun Sendang Kamulyan, Desa Kamulan Trenggalek (16/6/2026).
Penulis: Madchan Jazuli | Editor: Rendy Nicko
TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK – Objek Diduga Cagar Budaya ODCB berupa struktur saluran air dari bata merah kuno ditemukan di dasar sungai Dusun Sendang Kamulyan RT 23 RW 04, Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Selasa (16/6/2026). Struktur itu tersingkap setelah erosi akibat banjir dan aktivitas pengerukan pasir.
Warga setempat Muhammad Najamudin Purnomo 32 menyebut pecahan gerabah dan bata besar sudah lama diketahui warga.
“Dulu cerita dari abah saya, seingat saya di bawah rumah sekitar sini ada gerabah dari bata merah. Pecahan-pecahannya banyak di sini,” ujarnya.
Bata Ukuran 1 Meter, Diduga Saluran dari Sumberagung
Naja menjelaskan ukuran bata yang ditemukan tidak lazim. Ada bata dengan panjang hingga 1 meter, setengah meter, tebal sekitar 20 cm, dan lebar sekitar 50 cm. Ia juga pernah melihat piring berukuran panjang di sekitar lokasi.
Baca juga: DPUPR Kabupaten Blitar Usulkan Anggaran Rp 94 Miliar untuk Pembangunan Jalan Sirip JLS ke Pusat
Menurutnya, struktur seperti gorong-gorong itu sudah ada sejak lama namun masih tertutup tanah. Struktur baru terlihat jelas setelah aliran sungai melebar akibat banjir dan pengerukan.
Ia menduga saluran ini terhubung dengan Dukuhan Sumberagung yang memiliki mata air besar, lalu dialirkan ke area persawahan pada masa lalu. Sebagian bata kuno di masa lalu sempat dimanfaatkan warga sebagai campuran semen sehingga banyak yang rusak.
Disparbud Trenggalek Identifikasi 2 Titik, Lapor ke BP Kebudayaan Trowulan
Merespons laporan warga, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Disparbud Trenggalek Toni Widianto bersama tim ahli meninjau dua titik. Titik kedua berjarak sekitar 400 meter ke barat daya dari titik pertama.
“Pada lokasi ini ditemukan struktur bata yang berada pada sisi kanan dan kiri dasar alur sungai. Konstruksi saluran air dibangun menggunakan bata berukuran relatif besar dengan bukaan yang masih tampak jelas,” kata Toni.
Ia menilai temuan ini menunjukkan adanya rekayasa lingkungan dan pengelolaan air oleh masyarakat masa lalu. Kamulan sebelumnya juga mencatat temuan Prasasti Kamulan, fragmen arca Durga Mahisasuramardini, lapik arca, batu pipisan, lumpang, hingga fragmen gerabah/kerawangan dan terakota.
Baca juga: Peserta Munas-Konbes NU 2026 Menginap di Hotel Kota Kediri, Skema Penempatan Diatur Langsung PBNU
“Temuan struktur tata air ini berpotensi menambah pemahaman tentang teknologi, pemanfaatan lingkungan, dan pengelolaan sumber daya air di kawasan Kamulan masa lampau,” jelas Toni.
Disparbud bersama Komunitas Pegiat Sejarah Trenggalek PESAT melakukan identifikasi dan pengumpulan data awal. Hasilnya akan dilaporkan ke Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI/BP Kebudayaan Trowulan untuk kajian lanjutan. Peninjauan disaksikan Kepala Disparbud Trenggalek, Camat Durenan, dan Kepala Desa Kamulan.
Toni menegaskan kemampuan membangun sarana pengaturan air menjadi indikator penting perkembangan masyarakat terkait permukiman, pertanian, dan aktivitas sosial-ekonomi. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengungkap sejarah budaya Kamulan.
(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)
Saluran Air Bata Kuno
Desa Kamulan
Kabupaten Trenggalek
Gerabah
Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB)
Sendang Kamulyan
TribunMataraman.com
| Tradisi Ngitung Batih Tetap Lestari, Satukan Semua Unsur Masyarakat di Trenggalek |
|
|---|
| Struktur Batu Bata di Kamulan Trenggalek, Warga Percaya dari Era Kerajaan Sendang Kamulyan 1190 M |
|
|---|
| Bulog Dropping 6,5 Ton Beras SPHP ke Pasar Basah Trenggalek untuk Tekan Inflasi |
|
|---|
| Pesilat Bikin Onar saat Pengesahan, Kapolres Trenggalek Tegaskan Bakal Diproses Hukum |
|
|---|
| Struktur Batu Bata Sendang Kamulyan Trenggalek Bakal Dilaporkan ke BPK Trowulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Warga-Muhammad-Najamudin-Purnomo-menunjukkan-lokasi-temuan-bata-kuno-di-Trenggalek.jpg)