Kamis, 9 April 2026

Berita Terbaru Kabupaten Trenggalek

Baru 68 Persen, DPRD Trenggalek Pesimis Target Pendapatan RSUD dr Soedomo Tercapai 

Anggota dewan Trenggalek meragukan kemampuan RSUD dr Soedomo Trenggalek memenuhi target pendapatan

Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Sofyan Arif Candra
RSUD dr Soedomo Trenggalek, Jalan dr Soetomo, Kelurahan Tamanan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Senin (14/10/2024). Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin pesimis capaian target RSUD dr Soedomo Trenggalek tahun 2025 bisa tercapai. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | TRENGGALEK - Komisi IV DPRD Trenggalek meragukan kemampuan RSUD dr Soedomo Trenggalek untuk memenuhi target pendapatan di 2025.

Target pendapatan dari RS milik Pemkab Trenggalek di 2025 ini sebesar Rp 147 miliar.

Hingga bulan September 2025, pendapatan rumah sakit baru Rp 101 miliar atau 68,71 persen dari target.

Dengan sisa waktu 3 bulan, Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin menilai RSUD dr Soedomo Trenggalek akan kesulitan menutup kekurangan Rp 46 miliar dari target.

"Kelihatannya untuk mencapai 147 miliar di akhir tahun ini berat, karena masih kurang sekitar Rp 46 miliar, sementara waktunya tinggal tiga bulan," kata Sukarodin usai rapat kerja dengan Dinas Kesehatan, RSUD dr. Soedomo, dan RSUD Panggul, Jumat (17/10/2025).

Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Trenggalek tersebut menilai pendapatan di rumah sakit tersebut perlu dilakukan evaluasi mendalam terutama penyebab tidak tercapainya target pendapatan rumah sakit daerah. 

"Kita perlu tahu, apakah masyarakat memang sehat sehingga tidak perlu berobat, atau justru enggan datang ke rumah sakit," lanjutnya.

Meski saat ini belum menemukan secara spesifik dimana permasalahanya, Sukarodin akan mendalami kondisi pelayanan dan capaian kinerja rumah sakit daerah agar penggunaan anggaran lebih efektif dan tepat sasaran.

Baca juga: Keharuan Warga Tulungagung, Rumahnya Teraliri Listrik Berkat Sambungan Gratis PLN

Ia juga menambahkan, jika Komisi IV akan menggelar rapat lanjutan untuk membahas Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) BLUD yang belum disertakan dalam pertemuan tersebut.

"Kita akan memilah mana yang mendesak dan mana yang bisa ditunda. Apalagi posisi transfer daerah kita juga turun Rp 153 miliar, jadi harus pandai-pandai menentukan prioritas," tutupnya.

 

(Sofyan Arif Candra/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved