Kamis, 11 Juni 2026

Berita Terbaru Kabupaten Trenggalek

Umur Harapan Hidup Warga Trenggalek Lebih Tinggi Dibandingkan Provinsi dan Nasional 

Kabupaten Trenggalek berhasil menekan angka anak dengan status zero dose atau belum mendapatkan imunisasi dasar DPT1

Tayang:
Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Sofyan Arif Candra
Imunisasi rotavirus di Balai Desa Dawuhan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Selasa (15/8/2023). Kasus Zero Dose di Kabupaten Trenggalek rendah berkat tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | TRENGGALEK - Kabupaten Trenggalek berhasil menekan angka anak dengan status zero dose atau belum mendapatkan imunisasi dasar DPT1. 

Capaian ini diyakini turut berkontribusi pada meningkatnya umur harapan hidup masyarakat Trenggalek yang kini mencapai 75,35 tahun, lebih tinggi dibanding Jawa Timur (74 tahun) maupun angka nasional (72 tahun).

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Trenggalek, Sunarto, menjelaskan bahwa tren penurunan zero dose merupakan hasil kerja keras bersama, baik pemerintah maupun masyarakat.

“Pada tahun 2025 ini hanya ada 13 anak yang tercatat sebagai zero dose. Sedangkan di tahun 2022 sempat terjadi kelebihan angka imunisasi karena banyak bayi lahir di luar Trenggalek namun divaksin di sini. Hal itu imbas dari kepulangan masyarakat dari perantauan saat pandemi Covid-19 yang tidak kembali ke tempat asal,” terang Sunarto, Jumat (3/10/2025).

Menurutnya, zero dose tidak berarti seorang anak sama sekali tidak pernah mendapatkan imunisasi. Yang dimaksud zero dose adalah anak belum menerima vaksin DPT1, yang seharusnya diberikan di usia dua bulan. 

Jika terlewat, masih ada program imunisasi 'Kejar' untuk melengkapi dosis yang belum diterima. Khusus DPT1 imunisasi Kejar bisa dilakukan hingga usia balita.

"Imunisasi DPT1 menggunakan vaksin pentabio yang dapat mencegah lima penyakit berbahaya sekaligus, yaitu difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, dan haemophilus influenzae. Jadi penting sekali bagi anak-anak untuk mendapatkan vaksin ini," jelasnya.

Baca juga: Deretan Kasus Dugaan Keracunan MBG di Bojonegoro, Bupati Ngamuk: Jangan Rusak Rakyat Saya

Sunarto menegaskan bahwa keberhasilan Trenggalek menekan angka zero dose tidak lepas dari berbagai strategi, seperti sosialisasi masif untuk menangkal hoaks terkait hukum imunisasi yang haram.

Selain itu Pemkab juga memberikan kemudahan akses imunisasi di puskesmas dan posyandu, serta sweeping langsung ke rumah warga bagi anak yang belum mendapatkan imunisasi.

"Kesadaran masyarakat sekarang semakin baik. Kami sampaikan Kendati ada kemungkinan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), itu jauh lebih ringan dibanding risiko penyakit yang bisa menyebabkan kecacatan bahkan kematian.

"Dengan imunisasi, kualitas hidup anak-anak meningkat, bisa meminimalisasi fatalitas akibat sakit dan pada akhirnya berdampak pada umur harapan hidup masyarakat Trenggalek yang semakin panjang," pungkasnya 

 

(Sofyan Arif Candra/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved