Senin, 8 Juni 2026

Berita Terbaru Kabupaten Trenggalek

Alokasi Pupuk Subsidi Bertambah, Petani di Trenggalek Semringah

Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, mendapatkan tambahan alokasi pupuk subsidi dari pemerintah pusat

Tayang:
Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Sofyan Arif Candra
TAMBAH - Petani di Kelurahan Kelutan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Sukimin mengaplikasikan campuran pupuk urea dan NPK, Senin (22/9/2025). Sukimin sumringah karena mendapatkan tambahan alokasi pupuk subsidi hingga dua kali lipat. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | TRENGGALEK - Kabupaten Trenggalek mendapatkan tambahan alokasi pupuk subsidi dari pemerintah pusat.

Jika pada tahun 2024 total alokasi pupuk subsidi untuk Trenggalek hanya 25.292 ton, pada tahun 2025 ini meningkat hampir 4 ribu ton yaitu 29.288 ton.

Bertambahnya alokasi pupuk subsidi tersebut berdampak langsung kepada pembagian pupuk subsidi kepada petani yang mana jatahnya ikut bertambah.

Seperti seorang petani asal Kelurahan Kelutan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, Sukimin yang mendapatkan jatah dua kali lipat dibandingkan biasanya.

"Dengan luas lahan 130 ru (1.828 meter persegi), biasanya mendapatkan jatah (masing-masing) setengah sak, baik urea maupun NPK," kata Sukimin, Senin (22/9/2025).

Namun pada distribusi terakhir yang dilakukan pekan lalu, ia mendapatkan 2 sak yaitu 1 sak urea kemasan 50 kilogram dan 1 sak NPK kemasan 50 kilogram.

Pupuk tersebut bisa digunakan untuk dua kali pemupukan yaitu 1-7 hari setelah tanam (HST) dan ketika padi umur 1 bulan atau 30 HST.

Baca juga: Viral Rampok Uang Negara, Ketua DPC PDP Tulungagung Pantau Media Sosial Anggota Fraksi

Menurut Sukimin, saat memasuki masa pemupukan kedua, biasanya ada distribusi pupuk subsidi lagi. 

Namun ia belum mengetahui, apakah setelah mendapatkan dua kali dari jatah pupuk subsidi biasanya, masih akan mendapatkan distribusi kembali di masa pemupukan kedua.

"Kalau ada (distribusi pupuk subsidi) lagi, tetap saya ambil. Bisa untuk persiapan di masa tanam selanjutnya," lanjutnya.

Menurut Sukimin, jatah pupuk subsidi yang selama ini ia terima sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman padinya.

"Dibilang cukup ya cukup, tapi kalau mau hasilnya lebih baik lagi, biasanya petani lain beli pupuk di luar (non subsidi). Kalau saya cukup dari jatah pupuk subsidi itu," jelasnya.

Dengan adanya tambahan pupuk subsidi ini, Sukimin yakin hasil panen padi petani lebih meningkat, terlebih lagi petani yang biasanya tidak pelit dalam menggunakan pupuk.

"Alhamdulillah kalau jatahnya seperti ini terus, panennya bisa lebih bagus apalagi saat ini harga gabah juga sedang bagus," pungkasnya.

 

(Sofyan Arif Candra/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved