Senin, 8 Juni 2026

Berita Terbaru Kabupaten Trenggalek

Empat Pabrik Rokok Bakal Buka di Trenggalek, Ekosistem Industri Sehat

Di tengah lesunya industri rokok nasional, ekosistem pabrik rokok di Kabupaten Trenggalek justru semakin sehat dan berkembang.

Tayang:
Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Sofyan Arif Candra
PABRIK - Produksi Pabrik Rokok (PR) Alfi Putra, Desa Gembleb, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Senin (24/3/2025). Ekosistem industri rokok di Trenggalek diklaim sehat, 4 pabrik rokok baru akan buka. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | TRENGGALEK - Di tengah lesunya industri rokok nasional, ekosistem pabrik rokok di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, disebut semakin sehat dan berkembang. 

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Perinaker) Kabupaten Trenggalek, Totok Rudjianto menyebutkan tahun ini ada 4 investor yang berminat untuk membuka pabrik rokok di Bumi Menak Sopal.

"Di Kabupaten Trenggalek terdapat 21 pabrik rokok, 14 pabrik di antaranya aktif. Selain itu ada proses pendirian 4 pabrik rokok baru, di beberapa lokasi di Pogalan, Gandusari, dan Kampak yang saat ini sedang mengurus perizinan," kata Totok, Selasa (16/9/2025).

Dari 14 pabrik rokok yang aktif tersebut, semuanya merupakan pabrik rokok SKT (Sigaret Kretek Tangan) yang mampu menyerap tenaga kerja mencapai 1.336 orang. 

Sedangkan pabrik rokok dengan skala paling besar adalah PR Alfi Putra atau Boy di Desa Gembleb, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek

"Untuk Alfi Putra bisa menyerap tenaga kerja sebanyak 667 orang," lanjutnya. 

Kabupaten Trenggalek sendiri punya potensi yang cukup besar di sektor industri tembakau, untuk itu Dinas Perinaker memberikan pengembangan sumber daya manusia (SDM) karyawan melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

"Karyawannya diberikan latihan linting  sehingga punya keterampilan untuk melinting rokok dengan manual, produksinya bagus dan meningkatkan potensi karyawan tersebut," lanjutnya. 

Baca juga: Debut Gemilang Williams Lugo, Dua Assist Antarkan Persik Kediri Taklukkan Malut United


Latihan tersebut diberikan kepada karyawan baru terutama untuk pabrik rokok yang akan buka, sehingga saat beroperasi nanti karyawan yang bekerja sudah benar-benar siap.

Selain itu Dinas Perinaker juga membantu perusahaan rokok dengan fasilitasi bantuan BPJS Ketenagakerjaan dan kesehatan.

"Investasi di sektor industri rokok ini cukup besar, mencapai Rp 12,44 miliar, sangat mengungkit ekonomi sekitar dan pembangunan, contoh saja di sekitar lokasi pabrik rokok dilakukan pengaspaalan dan pavingisasi menggunakan anggaran pajak rojok," pungkasnya. 

 

(Sofyan Arif Candra/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved