Senin, 20 April 2026

Super League Indonesia

Eduardo Perez Tanggapi Desakan Mundur dari Bonek Usai Persebaya Ditahan Persik Kediri

Jawaban Eduardo Perez Diminta Bonek Untuk Mundur Setelah Hanya Bermain Imbang 1-1 Dari Persik Kedir

Penulis: Khairul Amin | Editor: faridmukarrom
Khairul Amin
OPTIMIS - Pelatih Persebaya, Eduardo Perez saat jumpa pers, Kamis (18/9/2025), jelang laga menghadapi Semen Padang di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya pada Jumat (19/9/2025) malam ini. 

Ringkasan Berita:
  • Pelatih Persebaya, Eduardo Perez, menanggapi desakan Bonek agar mundur usai timnya ditahan Persik Kediri 1-1 di Stadion Gelora Joko Samudro, Jumat (7/11/2025). 
  • Meski unggul lewat gol Arief Catur, Persebaya gagal menang setelah Jose Enrique menyamakan skor. Perez mengaku menghormati kritik suporter namun menegaskan tetap fokus bekerja. 
  • Dari 10 laga, Persebaya baru menang empat kali. Laga melawan Arema FC akan jadi ujian penting bagi nasibnya.

 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Pelatih Persebaya Surabaya, Eduardo Perez, akhirnya buka suara terkait desakan Bonek yang meminta dirinya mundur dari kursi pelatih.

Tekanan dari suporter semakin kuat setelah Persebaya hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Persik Kediri dalam laga pekan ke-12 Super League 2025/2026, di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jumat (7/11/2025) malam.

Dalam pertandingan tersebut, Persebaya sempat unggul lebih dulu melalui gol Arief Catur pada menit ke-53.

Namun keunggulan itu tak bertahan lama setelah Jose Enrique mencetak gol penyeimbang untuk Persik Kediri di menit ke-63.

Baca juga: Persela Lamongan Tutup Putaran Pertama dengan Kemenangan 2-0 atas Persipal FC

Situasi makin sulit bagi Bajol Ijo setelah Francisco Rivera diganjar kartu merah di menit ke-76. Bermain dengan 10 pemain membuat Persebaya kesulitan mencetak gol tambahan hingga laga berakhir imbang 1-1.

Menanggapi desakan mundur dari Bonek, Eduardo Perez tetap tenang dan memilih menghormati kritik yang datang dari para pendukung.

“Ketika Anda bekerja di bisnis ini, Anda harus siap menghadapi segalanya. Saya menghormati semua pendapat (Bonek),” ujar Eduardo.

“Sekarang saya berada di momen di mana saya lebih kuat dari sebelumnya. Saya percaya pada semua pemain di klub. Kami bekerja sangat keras setiap hari,” tambahnya dengan tegas.

Pelatih asal Spanyol itu menegaskan dirinya akan tetap fokus menjalankan tugas dan memperbaiki performa tim, meski tekanan dari luar semakin besar.

“Tentu saja, saya menghormati semua pendapat, tetapi saya harus fokus pada pekerjaan saya. Tugas saya adalah memberikan yang terbaik untuk klub ini setiap hari,” tegas Perez.
 
Kepercayaan diri Eduardo Perez belum sejalan dengan hasil di lapangan. Dari 10 pertandingan yang sudah dijalani di bawah kepemimpinannya musim ini, Persebaya baru meraih empat kemenangan, tiga hasil imbang, dan tiga kekalahan.

Catatan tersebut masih jauh dari ekspektasi publik, mengingat manajemen menargetkan juara Super League 2025/2026.

Lebih dari itu, performa Persebaya musim ini juga dinilai lebih buruk dibanding musim lalu, saat tim masih ditangani oleh Paul Munster.

Laga selanjutnya melawan Arema FC akan menjadi ujian besar bagi Eduardo Perez. Pertandingan bertajuk Derbi Jatim itu diyakini akan menjadi penentu masa depan sang pelatih di Persebaya.

Jika kembali gagal meraih hasil maksimal, tekanan dari Bonek untuk memintanya mundur diperkirakan akan mencapai puncaknya.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Mataraman

(tribunmataraman.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved