Napi Rutan Nganjuk Kabur
Narapidana Rutan Nganjuk yang Kabur Berhasil Diamankan
Pengejaran yang dilakukan Rutan Kelas IIB Nganjuk dan personel gabungan terhadap seorang narapidana yang kabur membuahkan hasil
Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Sri Wahyuni
Ringkasan Berita:
- Pengejaran yang dilakukan Rutan Kelas IIB Nganjuk dan personel gabungan terhadap seorang narapidana yang kabur membuahkan hasil.
- Narapidana yang melarikan diri bernama Mohammad Hairul itu kini sudah ditangkap kembali.
- Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk, Arief Budi Prasetya mengatakan membenarkan hal tersebut
TRIBUNMATARAMAN.COM, NGANJUK - Pengejaran yang dilakukan Rutan Kelas IIB Nganjuk dan personel gabungan terhadap seorang narapidana yang kabur membuahkan hasil.
Narapidana yang melarikan diri bernama Mohammad Hairul itu kini sudah ditangkap kembali.
Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk, Arief Budi Prasetya mengatakan membenarkan hal tersebut.
Mohammad Hairul diamankan pada Senin (26/1/2026) sekira pukul 06.00 WIB.
"Narapidana tersebut kami amankan di Dusun Ringin Kembar, Desa Jambi, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk," katanya.
Ia menjelaskan narapidana dapat diamankan lewat upaya operasi pengejaran intensif yang dilangsungkan selama empat hari.
Dalam operasi itu, pihak Rutan berkolaborasi bersama Polres Nganjuk, Kodim 0810 Nganjuk, Rutan Kelas IIB Gresik, Lapas Kelas I Surabaya, Jajaran Pemerintah Desa Jambi, serta partisipasi aktif dari masyarakat Nganjuk.
"Kami memberikan apresiasi seluruh pihak yang terlibat. Ini merupakan bukti nyata komitmen lintas instansi dalam menjaga integritas keamanan dan ketertiban masyarakat," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, kamera pengawas milik Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Nganjuk merekam detik-detik aksi seorang napi kabur.
Napi tersebut diketahui, Mohammad Hairul warga Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk.
Aksi ini dilancarkan Hairul pada Kamis (22/1/2026) siang bolong.
Berdasarkan rekaman kamera CCTV, Hairul kabur dengan cara menyelinap di dapur Rutan.
Baca juga: Anak Kandung Korban Pembunuhan di Ponorogo Menghilang, Tak Bisa Dihubungi
Dia menyelinap pukul 11.04 WIB. Kala itu, situasi dapur sudah sepi sejak pukul 10.30 WIB. Sementara, makan siang untuk warga binaan dibagikan pukul 10.00 WIB.
Setelah itu, Hairul naik ke plafon dan bergerak merayap.
Setelah berhasil merangsek ke plafon Hairul tak tersorot kamera pengawas.
Beberapa menit berselang, keberadaan Hairul kembali terekam kamera pengawas pukul 12.02 WIB.
Ia sedang merusak kawat berduri yang terpasang di atas tembok pembatas.
Tuntas merusak kawat, Hairul turun menuju area halaman Rutan dari tembok pembatas setinggi sekitar 6 meter itu.
Sesampainya di halaman, dia melompati pagar dan kabur.
Kendati demikian, alat yang digunakan Hairul untuk merusak kawat berduri belum dapat dipastikan pihak Rutan.
Sebetulnya, di sisi selatan Rutan terdapat menara pos penjagaan.
Hanya saja, pos tersebut kosong ketika pagi atau jam kunjungan tatap muka.
Penjagaan difokuskan di menara pos sebelah utara.
Prioritas penjagaan berada di menara pos utara. Karena, dulu ada informasi ada napi kabur lewat sisi utara saat jam kunjungan.
Hingga kini, pihak rutan masih berupaya melakukan pengejaran terhadap Hairul. Tim khusus dibentuk guna menangani persoalan ini.
Selain kamera pengawas, Aksi Hairul turut dipergoki oleh seorang pedagang es cincau, Dede Andriana (31).
Sebagai informasi tiap hari, Dede menjajakan es cincau di tepi Alun-alun Nganjuk yang persis berhadapan bangunan Rutan.
Kala itu Dede sedang melayani dua pembeli.
Saat meramu es cincau, dia menatap bangunan Rutan sisi selatan.
Bersamaan, dia melihat ada napi keluar melewati kawat berduri tembok pembatas Rutan.
Setelah berhasil lolos, napi tersebut berjalan dengan langkah cepat.
Napi itu lantas bergerak ke arah Jalan KH. Agus Salim, Kelurahan Kauman, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk.
Dede lantas buru-buru melapor ke petugas Rutan jika ada seorang napi kabur. Petugas Rutan pun menindaklanjutinya.
Menurut keterangan Dede, napi tersebut berperawakan kurus dan potongan rambut pendek. Kala kabur, napi itu mengenakan celana panjang hitam serta kaus hitam.
Selain itu, juga mengenakan kemeja krem. Namun saat kabur, kemeja itu tersangkut kawat.
Napi itu melepasnya dan menyampirkannya ke bahu.
(Danendra Kusuma/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik
| Napi Kabur dari Rutan Nganjuk Menimbun Badan Pakai Tumpukan Jerami |
|
|---|
| Penyebab Napi Kabur dari Rutan Nganjuk Diduga Punya Utang dan Galau Sang Istri Jadi TKW |
|
|---|
| Napi yang Kabur dari Rutan Nganjuk Ternyata Akan Bebas April 2026 |
|
|---|
| Napi Kabur, Rutan Nganjuk Bentuk Tim Khusus dan Berkoordinasi dengan Polisi |
|
|---|
| Narapidana Rutan Kelas IIB Nganjuk Kabur di Siang Bolong Saat Azan Zuhur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Narapidana-kabur-Rutan-nganjuk-ditangkap-lagi.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.