Selasa, 19 Mei 2026

Pembunuhan Bayi di Jember

Perempuan Usia 19 Tahun di Jember Diduga Bunuh Bayinya, Bertepatan Hari Ibu

Seorang perempuan Uusia 19 tahun di Jember diduga kuat membunuh bayi yang baru dia lahirkan, ironisnya bertepatan Hari Ibu

Tayang:
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Sri Wahyuni
Istimewa/Tangkapan Layar Video Warga
OLAH TKP: Polisi mengumpulkan bukti di lokasi bayi terkubur di Desa Kaliglagah Kecamatan Sumberbaru, Jember Jawa Timur, Selasa (22/12/2025) Bayi laki-laki tersebut diduga tewas ditangan ibunya. 
Ringkasan Berita:
  • Kasus pembunuhan bayi terjadi lagi di Jawa Timur, bahkan bertepatan dengan Hari Ibu, Senin (22/12/2025).
  • Peristiwa tersebut terjadi di Desa Kaliglagah, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
  • Polisi telah mengamankan seorang berinisial RH, dalam kasus tersebut.
  • Perempuan berusia 19 Tahun itu diduga kuat menghabisi nyawa bayi yang dia lahirkan bertepatan di Hari Ibu, 22 Desember 2025

TRIBUNMATARAMAN.COM, JEMBER - Kasus pembunuhan bayi terjadi lagi di Jawa Timur, bahkan bertepatan dengan Hari Ibu, Senin (22/12/2025).

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Kaliglagah, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Polisi telah mengamankan seorang berinisial RH, dalam kasus tersebut.

Perempuan berusia 19 Tahun itu diduga kuat menghabisi nyawa bayi yang dia lahirkan bertepatan di Hari Ibu, 22 Desember 2025.

Polisi menemukan jenazah bayi d lokasi area tangki septik (septic tank) di pemakaman umum belakang rumah tersangka di Desa Kaliglagah Kecamatan Sumberbaru.

"Terkait pembuangan bayi yang diduga oleh orang tuanya, saat ini masih kami lakukan penyelidikan,” ujar Kasatreskrim Polres Jember, AKP Angga Riatma, Senin (22/12/2025).

Baca juga: Peringati Hari Ibu, Pemkab Kediri Gelar Kediri Ngunduh Mantu untuk Pasangan Nikah Siri

Menurutnya, terduga pelaku saat ini masih menjalani perawatan di RSD dr Soebandi Jember.

Dia belum dimintai keterangan sebab kondisinya masih lemah usai persalinan.

"Terduga pelaku sudah kami amankan, saat ini sedang dilakukan perawatan intensif karena kondisinya masih lemas pasca melahirkan,” kata Angga.

Angga mengaku belum bisa membeberkan kronologi peristiwa ini secara detail, sebab penyidik masih mengumpulkan bukti dan meminta keterangan saksi.

"Tim masih di lapangan belum siap ke kantor, masih fokus melakukan pendalaman di TKP,” paparnya.

Oleh karena itu, Angga belum bisa menyimpulkan penyebab kematian bayi malang itu.

"Apakah bayi itu dipaksa keluar atau bagaimana, masih dilakukan penyelidikan. Nanti akan kami update setelah pemeriksaan selesai,” tegasnya.

(Imam Nawawi/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved