Selasa, 21 April 2026

Siswa Lamongan Keracunan

Belasan Siswa SMAN 2 Lamongan Diduga Keracunan Makanan

13 siswa SMA Negeri 2 Lamongan, Jawa Timur diduga keracunan makanan, namun kepastian penyebab masih diteliti

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Hanif Manshuri
DIDUGA KERACUNAN - Seorang siswa SMA Negeri 2 Lamongan saat dan dibawa guru ke Rumah Sakit Nasrul Ummah, Rabu (17/9/2025). Siswa itu diduga keracunan makanan. 

TRIBUNMATARAMAN.COM I LAMONGAN - 13 siswa SMA Negeri 2 Lamongan, Jawa Timur diduga keracunan makanan, Rabu (17/9/2025).

Bahkan 10 dari 13 orang siswa itu harus dirujuk ke dua rumah sakit di Kabupaten Lamongan untuk penanganan intensif. 

Humas SMA Negeri 2 Lamongan, Anggraeni kepada awak media menjelaskan terjadinya insiden keracunan.

Pihaknya tidak bisa berspekulasi penyebab keracunan itu. Karena dirinya bukan dokter. Langkah  yang ia lakukan secepatnya membawa mereka ke rumah sakit.

Menurutnya, guru sudah bertanya kepada siswa korban keracunan. Mereka mengkonsumsi beragam makanan, antara lain makanan dari kantin, Koperasi, juga ada yang makan jatah program makan bergizi gratis (MBG).

"Kami tidak bisa berspekulasi, kemudian memutuskan ini gara-gara MBG, karena kami bukan dokter yang harus meneliti muntahannya. Kami hanya menerima makanan itu, kemudian kami distribusikan," tandasnya.

Pihak sekolah tidak mau berspekulasi, karenanya mereka memilih para siswa yang keracunan ke rumah sakit. 

Diungkapkan, awal diketahuinya peristiwa ini ditandai dengan mengalami pusing, mual dan muntah.

Ditanya dugaan penyebabnya, Anggraeni mengaku tidak tahu. Karena setelah menanyakan kepada para siswa, jawabnya beragam.

Baca juga: Bupati Kediri Mas Dhito Ingatkan ASN Tak Flexing, Lebih Fokus Layani Masyarakat

Ia hanya membenarkan jika hari ini ada jatah makan MBG untuk 1.295 siswa, termasuk kelas 10, 11 dan 12.

Ditanya kondisi terakhir  kesehatan para korban, Anggraeni memastikan sudah mulai membaik.

"Kondisi terakhir anak-anak sudah ditangani dengan baik. Keluhannya pusing, mual. Muntah sebagian," ujarnya.

Diketahui para siswa yang diketahui mengalami gejala sekitar pukul 14.30 WIB. Terakhir pukul 15.38 WIB  tiga siswa dibawa ke RS Narsul Ummah, Lamongan. 

 

(Hanif Manshuri/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

 

 


 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved