Selasa, 21 April 2026

Pembangunan Tol di Jawa Timur

Profil Lengkap Tol Prosiwangi dan Update Progres Terbaru Pembangunan, Ditargetkan Selesai 2026

Tol Prosiwangi bakal jadi ruas pamungkas Trans-Jawa, pangkas perjalanan Probolinggo–Banyuwangi hingga dua jam.

Editor: faridmukarrom
KemenPUPR
Tol Prosiwangi bakal jadi ruas pamungkas Trans-Jawa, pangkas perjalanan Probolinggo–Banyuwangi hingga dua jam. Foto Ilustrasi 
Ringkasan Berita:
  • Tol Probowangi yang kini bernama Prosiwangi menjadi prioritas pembangunan 2026. 
  • Tahap I Probolinggo–Besuki sepanjang 49,68 km ditargetkan selesai 2025–2026 dan memangkas waktu tempuh jadi 30 menit. 
  • Tol sepanjang 175,4 km ini akan menjadi ruas pamungkas Trans-Jawa, mempersingkat perjalanan Probolinggo–Banyuwangi menjadi dua jam. 
  • Proyek Rp21 triliun ini diharapkan mendorong konektivitas dan ekonomi Situbondo.

TRIBUNMATARAMAN.COM | SITUBONDO - Profil jalan tol Probowangi yang jadi prioritas pembangunan 2026, kini namanya dirubah jadi Prosiwangi.

Pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi atau Tol Prosiwangi, salah satu proyek KPBU prioritas pemerintah, terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan Achmad Purwantono, menyampaikan bahwa pembangunan Tahap I yang membentang dari Probolinggo hingga Besuki sepanjang 49,68 kilometer terbagi dalam tiga paket pekerjaan, yaitu: Paket 1 Gending–Kraksaan, Paket 2 Kraksaan–Paiton dan Paket 3 Paiton–Besuki

Menurut Rivan, beroperasinya ruas Probolinggo–Besuki akan memangkas waktu tempuh dari sekitar 1 jam 15 menit menjadi hanya 30 menit dengan kecepatan rata-rata 80–100 km/jam.

Baca juga: Jadwal Terbaru Liga Inggris Live SCTV dan Moji 6-7 Des 2025 Leeds vs Liverpool, Arsenal, Chelsea

Jika proses pembebasan lahan pada tahap berikutnya berjalan sesuai rencana, maka konstruksi Segmen Gending–Paiton ditargetkan rampung pada 2025, dan Segmen Paiton–Besuki selesai pada 2026.

Pembangunan jalan tol ini juga diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan pariwisata, pertanian, dan industri di kawasan Tapal Kuda. Jasa Marga memastikan seluruh proses konstruksi memperhatikan keselamatan teknik, keselamatan kerja, keselamatan publik, hingga keselamatan lingkungan.

Dibangun Dua Tahap, Tol Probowangi akan Membentang 175,4 Kilometer

Tol Probolinggo–Banyuwangi memiliki total panjang 175,4 kilometer dan dibangun dalam dua tahap:

Tahap I (Probolinggo–Besuki) – 49,68 km

Dilengkapi dengan tiga gerbang tol yakni GT Kraksaan, GT Paiton dan GT Situbondo Barat

Dan tiga simpang susun: SS Kraksaan, SS Paiton dan SS Besuki

Tahap II (Besuki–Banyuwangi) – 125,72 km

Secara keseluruhan, Tol Probowangi terbagi menjadi tujuh seksi:

Seksi 1 Gending–Kraksaan (12,88 km)
Seksi 2 Kraksaan–Paiton (11,20 km)
Seksi 3 Paiton–Besuki (25,60 km)
Seksi 4 Besuki–Situbondo (42,30 km)
Seksi 5 Situbondo–Asembagus (16,76 km)
Seksi 6 Asembagus–Bajulmati (37,45 km)
Seksi 7 Bajulmati–Ketapang (29,21 km)
 
Ruas Pamungkas Tol Trans-Jawa, Pangkas Waktu Tempuh Jadi Dua Jam

Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), Tol Probowangi akan menjadi ruas terakhir yang menyempurnakan jaringan Tol Trans-Jawa dari ujung barat hingga timur Pulau Jawa.

Dengan beroperasinya tol ini, waktu perjalanan Probolinggo–Banyuwangi yang sebelumnya mencapai lima jam melalui jalan arteri akan berkurang drastis menjadi hanya sekitar dua jam.

Nama Jalan Tol Probowangi Diganti Prosiwangi

Nama Jalan Tol Probowangi resmi berubah menjadi Prosiwangi. Perubahan ini disampaikan langsung oleh Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, saat meninjau pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Prosiwangi pada Senin, 10 November 2025.

Dalam kunjungannya, Bupati Rio menegaskan bahwa kehadiran tol ini menjadi kunci penting untuk meningkatkan konektivitas antardaerah serta mempercepat mobilitas barang dan logistik, yang pada akhirnya memberi dampak nyata bagi perekonomian masyarakat Situbondo.

Setelah melakukan peninjauan di area proyek, Bupati Rio melanjutkan perjalanan ke Desa Tepos, Kecamatan Banyuglugur, di bagian barat Situbondo.

Di wilayah tersebut, ia memantau perbaikan sejumlah ruas jalan kabupaten yang didanai APBD. Jalan-jalan ini nantinya akan terhubung langsung dengan akses utama Tol Prosiwangi, sehingga pembangunan kedua infrastruktur ini saling melengkapi dan memperkuat jaringan transportasi daerah.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan rasa bangganya atas perubahan nama tol dari Probowangi menjadi Prosiwangi, sebuah perubahan yang ia sebut memiliki makna penting bagi masyarakat Situbondo.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Anggota DPR RI, Nasim Khan, yang berperan memperjuangkan perubahan nama tersebut. Informasi penggantian nama ini sendiri telah diumumkan oleh Humas Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) melalui akun resmi mereka, bersamaan dengan kabar uji laik fungsi pada seksi 1 dan seksi 2.

Pembangunan Tol Prosiwangi yang membentang dari Probolinggo hingga Banyuwangi kini telah memasuki tahapan signifikan. Seksi 1 Gending–Kraksaan dan Seksi 2 Kraksaan–Paiton diproyeksikan mulai difungsikan pada periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026 demi mendukung kelancaran arus kendaraan saat puncak liburan.

Sementara itu, pengerjaan seksi 3 Paiton–Besuki yang dikerjakan PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi telah mencapai progres 85,23 persen. Kehadiran tol ini diperkirakan mampu memangkas waktu tempuh Banyuwangi–Probolinggo menjadi sekitar 45 menit dari yang sebelumnya lebih dari dua jam, sekaligus mengurai kepadatan jalur Pantura yang sering menjadi titik kemacetan.

Dengan nilai investasi mencapai Rp21 triliun, Tol Prosiwangi akan menjadi bagian penting jaringan Tol Trans Jawa.

Selain meningkatkan kelancaran transportasi, tol ini diyakini membuka peluang besar di sektor industri pengolahan hasil laut, pertanian, pariwisata, dan logistik.

Meski demikian, Bupati Rio menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada tol semata. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pembangunan tol, peningkatan akses lokal, serta program pengembangan ekonomi daerah agar manfaatnya dapat dirasakan oleh pelaku UMKM dan masyarakat luas.

Tol Prosiwangi diproyeksikan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Situbondo.

Daftar Kecamatan yang Dilewati:

  • Banyuglugur
  • Besuki
  • Suboh
  • Mlandingan
  • Bungatan
  • Kendit
  • Panarukan
  • Kota Situbondo
  • Panji
  • Kapongan
  • Arjasa
  • Jangkar
  • Asembagus
  • Banyuputih
  • Sumbermalang
  • Mangaran

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Mataraman

(tribunmataraman.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved