Jumat, 17 April 2026

Haji 2026

17 CJH Asal Kediri Batal Berangkat Haji 2026, Terkendala Kesehatan dan Tidak Istithaah

Sebanyak 17 calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Kediri dipastikan batal berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026.

Penulis: Isya Anshori | Editor: faridmukarrom
ist
ILUSTRASI - Foto ini untuk artikel 17 CJH Asal Kediri Batal Berangkat Haji 2026, Terkendala Kesehatan dan Tidak Istithaah 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 17 calon jamaah haji asal Kabupaten Kediri batal berangkat pada musim haji 2026 karena tidak memenuhi syarat istithaah atau kemampuan fisik. 
  • Mayoritas CJH mengalami penyakit kronis seperti gagal ginjal, stroke, dan jantung yang berisiko jika dipaksakan beribadah. 
  • Pemeriksaan kesehatan menjadi syarat utama sebelum keberangkatan, termasuk tes lanjutan di asrama haji. Setiap kloter juga akan didampingi tenaga medis.

TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI -  Sebanyak 17 calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Kediri dipastikan batal berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026.

Pembatalan ini disebabkan kondisi kesehatan yang tidak memenuhi syarat istithaah, yakni kemampuan fisik untuk menjalankan rangkaian ibadah haji.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Bambang Triyono Putro, membenarkan adanya CJH yang gagal berangkat karena alasan medis.

“Ada 17 CJH yang tidak istithaah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (17/4/2026).

Bambang menjelaskan, mayoritas CJH yang batal berangkat menderita penyakit kronis yang berisiko tinggi jika tetap dipaksakan beribadah di Tanah Suci.

“Yang banyak karena gagal ginjal, stroke, jantung dan yang mobilitasnya terbatas,” imbuhnya.

Kondisi tersebut dinilai tidak memungkinkan untuk menjalani aktivitas fisik yang cukup berat selama ibadah haji, terlebih dengan suhu ekstrem di Arab Saudi.

Sebelum keberangkatan, seluruh CJH memang wajib menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan secara ketat. Setelah tahap awal, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan oleh tim medis di asrama haji.

“Tes kesehatan oleh tim asrama haji,” jelas Bambang.

Selain itu, pemerintah juga memastikan setiap kelompok terbang (kloter) akan didampingi tenaga medis guna mengantisipasi kondisi darurat selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah.

“Tim medis akan ikut di setiap kloter,” tegasnya.

Bagi CJH yang tidak dapat berangkat karena kondisi kesehatan berat dan kecil kemungkinan pulih dalam waktu dekat, kesempatan berhaji bisa dialihkan kepada ahli waris sesuai ketentuan.

Proses ini harus melalui pengajuan resmi ke Kementerian Agama dan mengikuti prosedur yang berlaku.

Sementara itu, sebanyak 1.275 CJH asal Kabupaten Kediri dipastikan tetap berangkat ke Tanah Suci. Mereka terbagi dalam empat kloter yang dijadwalkan berangkat mulai 19 Mei 2026.

Pemerintah daerah mengimbau para jamaah untuk menjaga kondisi fisik dengan rutin berolahraga ringan, seperti berjalan kaki, agar stamina tetap terjaga selama menjalankan ibadah haji.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Mataraman

(tribunmataraman.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved