Berita Terbaru Kabupaten Kediri
Pasca Lebaran, Kasus PMK di Kabupaten Kediri Melandai, 245 Sapi Sembuh
Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi di Kabupaten Kediri menunjukkan tren penurunan pasca Lebaran 2026
Penulis: Isya Anshori | Editor: Sri Wahyuni
Ringkasan Berita:
- Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi di Kabupaten Kediri menunjukkan tren penurunan pasca Lebaran 2026.
- Pemkab Kediri mencatat mayoritas ternak yang terpapar kini telah sembuh.
- Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengungkapkan bahwa hingga Rabu (1/4/2026) sore, sebanyak 245 ekor sapi dinyatakan sembuh dari total 253 kasus yang tercatat
TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi di Kabupaten Kediri menunjukkan tren penurunan pasca Lebaran 2026.
Pemkab Kediri mencatat mayoritas hewan ternak yang terpapar kini telah sembuh.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengungkapkan bahwa hingga Rabu (1/4/2026) sore, sebanyak 245 ekor sapi dinyatakan sembuh dari total 253 kasus yang tercatat.
"Alhamdulillah, dari total 253 kasus PMK, sebanyak 245 ekor sudah sembuh," jelasnya, Sabtu (4/4/2026).
Berdasarkan data yang diberikan DKPP, saat ini hanya tersisa dua ekor sapi yang masih dalam kondisi sakit, sementara dua ekor lainnya dilaporkan mati akibat PMK .
Secara sebaran wilayah, kasus PMK paling banyak ditemukan di Kecamatan Ngancar dengan total 65 kasus, di mana dua ekor sempat dilaporkan mati dan 63 lainnya berhasil sembuh .
Selain itu, wilayah lain dengan jumlah kasus cukup tinggi antara lain Kecamatan Tarokan sebanyak 84 kasus dengan satu kematian dan 78 sembuh, serta Kecamatan Ringinrejo dengan 32 kasus yang seluruhnya telah pulih .
Beberapa kecamatan seperti Plemahan ada 14 Kasus, Purwoasri 8 kasus dan Badas 9 kasus, juga tercatat telah menunjukkan tingkat kesembuhan 100 persen tanpa kematian.
Baca juga: Tiga Korban Ledakan Elpiji di Trenggalek Dirujuk ke Surabaya Karena Luka Bakar 70 Persen
Tutik menambahkan, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras petugas kesehatan hewan yang secara intensif melakukan penanganan, mulai dari pengobatan hingga pemantauan di lapangan.
Pihaknya juga menyebut, selain PMK, pemerintah daerah turut mewaspadai potensi penyebaran Lumpy Skin Disease (LSD) pada ternak sapi.
"Target kami, pada akhir April 2026 nanti Kabupaten Kediri bisa mencapai nol kasus, baik PMK maupun LSD," tegasnya.
Upaya pengendalian terus dilakukan melalui pengawasan lalu lintas ternak, pemberian vitamin, serta edukasi kepada peternak agar segera melaporkan jika ditemukan gejala penyakit pada hewan ternaknya.
Di sisi lain, tren kasus PMK secara keseluruhan juga menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, seiring dengan intensifikasi penanganan oleh pemerintah daerah .
Meski demikian, Tutik mengimbau para peternak untuk tetap waspada dan tidak lengah, terutama pasca mobilitas tinggi selama momen Lebaran yang berpotensi meningkatkan risiko penularan.
"Kami minta peternak tetap disiplin menjaga kebersihan kandang dan segera melapor jika ada ternak yang menunjukkan gejala PMK," pungkasnya.
(Isya Anshori/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik
berita terbaru kabupaten Kediri
penyakit mulut dan kuku (PMK)
Kabupaten Kediri
Pemkab Kediri
tribunmataraman.com
hewan ternak
kecamatan Ngancar
| Ratusan Warga Hadiri Halal Bihalal Hari Jadi ke-1222 Kabupaten Kediri, Berikut Pesan Mas Dhito |
|
|---|
| Kebijakan WFH ASN Pemkab Kediri Masih Dikaji, Mas Dhito: Harus Disiapkan Teknis dan Disiplin Kerja |
|
|---|
| Polres Kediri Tangkap Peracik Mercon di Badas, Ledakan Saat Malam Takbir Idul Fitri |
|
|---|
| Lantik Ratusan PNS, Bupati Kediri Mas Dhito: Kalau Kepala Dinas Salah Jangan Diikuti |
|
|---|
| Bupati Kediri Mas Dhito Klaim Tekan Angka Pengangguran Jadi 4,71 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Pasar-Hewan-Tertek-Kediri-ilustrasi-berita-PMK.jpg)