Rabu, 10 Juni 2026

Berita Terbaru Kabupaten Kediri

Dapat Kesempatan Dua Kali, Progres Pasar Ngadiluwih Kediri Dikebut Target Rampung Maret 2026

Pemerintah Kabupaten Kediri terus menggeber penyelesaian pembangunan Pasar Ngadiluwih

Tayang:
Penulis: Isya Anshori | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Isya Anshori
BERLANJUT - Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih usai meninjau langsung progres pembangunan Pasar Ngadiluwih, Senin (9/2/2026) pagi. 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten Kediri terus menggeber penyelesaian pembangunan Pasar Ngadiluwih.
  • Hingga awal Februari 2026, progres proyek revitalisasi pasar tersebut telah mencapai 99,1 persen dan kini memasuki tahap penyelesaian akhir, khususnya pada bagian fasad dan pagar depan pasar

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Pemerintah Kabupaten Kediri terus menggeber penyelesaian pembangunan Pasar Ngadiluwih.

Hingga awal Februari 2026, progres proyek revitalisasi pasar tersebut telah mencapai 99,1 persen dan kini memasuki tahap penyelesaian akhir, khususnya pada bagian fasad dan pagar depan pasar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih usai meninjau langsung progres pembangunan Pasar Ngadiluwih, Senin (9/2/2026) pagi.

Tutik menjelaskan, proyek Pasar Ngadiluwih sebelumnya telah memasuki masa pemberian kesempatan pertama yang berakhir pada 29 Januari 2026.

Dari hasil evaluasi, sisa pekerjaan dinilai sangat kecil sehingga Pemkab Kediri memberikan kesempatan kedua kepada kontraktor untuk menuntaskan pembangunan.

"Per tanggal 29 Januari kemarin, progres pekerjaan sudah 99,1 persen. Sisa pekerjaan hanya sekitar 0,899 persen. Karena itu, setelah evaluasi dan identifikasi, kami memberikan kesempatan kedua," ucap Tutik.

Menurutnya, pemberian kesempatan kedua tersebut telah melalui mekanisme dan regulasi yang berlaku, mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 serta regulasi LKPP Nomor 12 Tahun 2021.

Selain itu, proses tersebut juga melibatkan masukan dari pengawas dan LKPP.

"Kami ingin memastikan pemanfaatan Pasar Ngadiluwih ini benar-benar bisa digunakan pada tahun 2026. Arahan pimpinan jelas, tidak boleh ada proyek tahun 2025 yang tidak selesai," tegasnya.

Baca juga: Akibat Kehilangan Uang, Seorang PNS Guru di Jember Telanjangi Murid untuk Pencarian

Tutik menyebutkan, sisa pekerjaan yang belum rampung saat ini didominasi oleh pengerjaan fasad pasar, khususnya pada bagian tengah bangunan.

Fasad tersebut sebelumnya sudah dikerjakan, namun dinilai belum sesuai dengan spesifikasi teknis dan perencanaan sehingga harus diperbaiki ulang.

"Fasad ini cukup kompleks karena detail ornamen dan volumenya cukup besar. Dari direksi pekerjaan tidak bisa menerima hasil sebelumnya, sehingga harus dilakukan pembenahan agar sesuai spek," jelas Tutik.

Selain fasad, pekerjaan lain yang masih dikoreksi meliputi pagar depan pasar yang mengalami ketidaksesuaian leveling, serta pembersihan dan pelapisan (coating) pada area selasar dan los pasar.

"Kalau dipersentasekan, sekitar 0,8 persen itu paling besar di fasad. Sisanya pagar, poles-poles dan pembersihan," tambahnya.

Untuk kesempatan kedua ini, kontraktor diberikan waktu selama 50 hari kalender, terhitung hingga 21 Maret 2026.

Namun demikian, Disdagin menekankan agar kontraktor dapat melakukan percepatan penyelesaian.

"Di action plan mereka, kami tekankan percepatan. Kalau bisa, tidak sampai satu bulan sudah selesai. Harapannya 30 hari ke depan bisa tuntas," ucap Tutik.

Meski diberikan tambahan waktu, Tutik menegaskan bahwa denda keterlambatan tetap diberlakukan. Besaran denda tetap berjalan sebagaimana pada kesempatan pertama.

"Denda tetap ada. Kurang lebih sekitar Rp 23 juta per hari. Baik di kesempatan pertama maupun kesempatan kedua, denda tetap berjalan," tegasnya.

Sementara itu, untuk pekerjaan pagar di sisi barat pasar yang belum dikerjakan, Tutik menyebut item tersebut telah dikeluarkan dari kontrak karena keterbatasan sisa anggaran.

Pekerjaan tersebut nantinya akan dilanjutkan setelah dilakukan audit oleh auditor terkait.

"Itu pekerjaan yang sudah kami keluarkan dari kontrak. Nanti akan kami lanjutkan setelah ada audit," pungkasnya.

Dengan sisa pekerjaan yang relatif kecil, Pemkab Kediri optimistis pembangunan Pasar Ngadiluwih dapat segera rampung dan dimanfaatkan oleh pedagang serta masyarakat pada tahun 2026 sesuai target.

Baca juga: Viral Populer Persija: Marcio Souza Ungkap Sosok Pemain Ini yang Buat Digulung Arema FC 2-0

Pembangunan Pasar Ngadiluwih

Pembangunan Pasar Ngadiluwih sejatinya harus selesai pada 23 Desember 2025, namun molor. 

Setelah melalui analisis konsultan pengawas dan konsultasi dengan berbagai pihak, termasuk LKPP, pemda akhirnya memberikan kesempatan tambahan selama 30 hari terhitung sejak 31 Desember 2025.

Namun hingga sekarang, pasar tersebut masih terus dikebut. 

Pasar Ngadiluwih nantinya akan menampung total 702 pedagang, dengan 47 kios dan 11 area kuliner.

Proyek ini menelan anggaran Rp 23,8 miliar dan diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru di Kabupaten Kediri wilayah selatan.

Pasar ini hampir sama konsepnya dengan pasar Wates dan penyelesaiannya menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved