Berita Terbaru Kabupaten Kediri
Bangun Tidur Panik Cincin Tak Bisa Dilepas, Warga Datangi Pos Damkar Ngadiluwih Kediri
Petugas Pos Damkar Ngadiluwih Kabupaten Kediri membantu warga melepaskan cincin yang tidak bisa dilepas dari jarinya
Penulis: Isya Anshori | Editor: Sri Wahyuni
Ringkasan Berita:
- Seorang warga Desa/Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri, mendatangi Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Ngadiluwih sejak pagi hari setelah mengalami kejadian tak terduga.
- Cincin yang dikenakannya tersangkut di jari manis akibat pembengkakan dan tidak bisa dilepas usai bangun tidur
TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Seorang warga Desa/Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri, mendatangi Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Ngadiluwih sejak pagi hari setelah mengalami kejadian tak terduga.
Cincin yang dikenakannya tersangkut di jari manis akibat pembengkakan dan tidak bisa dilepas usai bangun tidur.
Warga bernama Bella Sari itu tiba di Pos Damkar Ngadiluwih sekitar pukul 07.50 WIB, Rabu (4/2/2026).
Dia meminta bantuan petugas setelah merasa panik karena jarinya mulai membengkak dan terasa nyeri.
Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio menjelaskan pembengkakan pada jari korban membuat cincin yang dikenakan semakin menekan dan berisiko menimbulkan luka apabila dipaksakan dilepas sendiri.
Kondisi tersebut mendorong korban segera mencari pertolongan ke Pos Damkar terdekat.
Menindaklanjuti permintaan bantuan tersebut, petugas Damkar Ngadiluwih langsung melakukan penanganan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
Pelepasan cincin dilakukan menggunakan alat khusus berupa gerinda mini agar cincin dapat dipotong tanpa melukai jari korban.
"Pagi ini ada warga yang datang ke Pos Damkar Ngadiluwih karena cincin di jarinya tidak bisa dilepas akibat pembengkakan. Anggota kami langsung melakukan penanganan dan alhamdulillah cincin berhasil dilepas dengan aman," kata Kaleb.
Kaleb menjelaskan, proses pelepasan cincin berlangsung kurang lebih selama 20 menit dan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Petugas tetap mengutamakan keselamatan korban selama proses penanganan berlangsung.
"Tidak ada luka serius. Hanya pembengkakan ringan pada jari korban. Ini merupakan bagian dari tugas kemanusiaan Damkar dalam membantu masyarakat, tidak hanya saat terjadi kebakaran," tambahnya.
Baca juga: Disdik Kabupaten Kediri Mulai Pendataan Peserta TKA 2026, Ribuan Siswa SMP Dipastikan Terdata
Kaleb juga mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri melepas cincin atau benda lain yang tersangkut di anggota tubuh, terutama jika sudah terjadi pembengkakan, karena dapat memperparah kondisi dan menimbulkan luka.
"Jika mengalami kejadian serupa, masyarakat bisa langsung datang ke pos Damkar terdekat. Petugas siap membantu secara aman dan profesional," pungkas Kaleb.
(Isya Anshori/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik
berita terbaru kabupaten Kediri
Pos Damkar Ngadiluwih
pemadam kebakaran
Kabupaten Kediri
Melepas cincin
TribunMataraman.com
| TPA Sekoto Terancam Overload, Pemkab Kediri Usulkan 2 TPST Modern Pengolah Sampah Bernilai Ekonomis |
|
|---|
| Dinkes Kabupaten Kediri Minta Warga Waspadai Hantavirus, Kebersihan Lingkungan Jadi Kunci Pencegahan |
|
|---|
| Pemkab Kediri Dukung Perlindungan Anak di Ruang Digital, Akses Medsos Anak Dibatasi |
|
|---|
| Pemuda di Kediri Jadi Spesialis Bobol Bangunan Sekolah Tertutup, Polres Kediri : Pakai Pola Khusus |
|
|---|
| Warga Diimbau Jauhi Sungai Saat Musim Pladu, BPBD Kediri : Arus Flushing Bisa Mematikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Petugas-Damkar-Ngadiluwih-melepas-cincin-warga.jpg)