Jumat, 1 Mei 2026

Makan Bergizi Gratis Kediri

Target Bulan Ini, Semua SPPG MBG Kediri Harus Kantongi Sertifikat SLHS

Upaya percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) di Kabupaten Kediri terus dilakukan

Tayang:
Penulis: Luthfi Husnika | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Luthfi Husnika
VERIFIKASI LAPANGAN - Satgas Percepatan Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan verifikasi lapangan sekaligus pembinaan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Deyeng, Kecamatan Ringinrejo, Kota Kediri, Selasa (21/10/2025). 

TRIBUNMATARAMAN.COM I KEDIRI - Upaya percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) di Kabupaten Kediri terus dilakukan.

Satgas Percepatan Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan verifikasi lapangan sekaligus pembinaan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Deyeng, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, Selasa (21/10/2025).

Langkah tersebut bukan hanya untuk mempercepat penerbitan sertifikat, namun juga memastikan setiap dapur rekanan memahami dan menerapkan standar keamanan pangan dengan benar.

Satgas ingin memastikan bahwa makanan yang diberikan kepada anak-anak benar-benar higienis dan bergizi seimbang.

Sekretaris Satgas Percepatan MBG Kabupaten Kediri, Nurul Puspa, menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan ini merupakan bagian penting dalam proses percepatan SLHS.

"Kami tidak hanya melakukan verifikasi, tapi juga memberikan pembinaan agar setiap pengelola dapur memahami pentingnya standar higienis dan sanitasi," jelasnya.

Menurut Nurul, pembinaan ini menegaskan bahwa percepatan sertifikasi tidak boleh mengabaikan kualitas.

Semua dapur SPPG wajib mematuhi prinsip kebersihan, pengolahan higienis, dan pemenuhan gizi seimbang.

"Percepatan ini bukan berarti asal cepat, tapi tetap menjaga kualitas makanan yang dihasilkan," tegasnya.

Baca juga: Dinkes Kediri Dorong Digitalisasi Layanan Kesehatan, Gelar Forum Konsultasi Publik 2025

Hingga kini, Kabupaten Kediri memiliki sekitar 40 SPPG yang sudah berjalan. Namun, baru satu SPPG yang memiliki sertifikat SLHS melalui sistem Online Single Submission (OSS), yakni SPPG Kayen Kidul.

Kondisi itu menjadi alasan Satgas mempercepat proses penerbitan secara manual.

"Untuk percepatan kali ini, kami tidak menggunakan OSS, melainkan manual. Jadi, pembinaan ini bagian dari proses percepatan itu. Targetnya, bulan ini semua SPPG di Kabupaten Kediri sudah memiliki SLHS," terang Nurul.

Ia menambahkan, pendekatan manual justru memberi ruang lebih besar untuk melakukan pendampingan langsung ke lapangan.

Dengan begitu, potensi kesalahan penerapan standar higienis bisa diminimalkan sejak dini.

"Pendekatan manual ini juga membuat kami bisa lebih intens memberi bimbingan ke setiap dapur," imbuhnya.

Sementara itu, hasil kunjungan ke SPPG Deyeng menunjukkan bahwa secara umum pelaksanaan di lapangan sudah cukup baik.

Meski masih ada beberapa hal kecil yang perlu diperbaiki, namun tidak ditemukan kendala besar. 

"Alhamdulillah, SPPG Deyeng sudah menerapkan prinsip kebersihan dengan baik. Ada sedikit perbaikan yang sifatnya minor, tapi itu hal wajar dalam proses peningkatan kualitas," ujar Nurul.

Nurul berharap seluruh SPPG di Kabupaten Kediri dapat meningkatkan penerapan standar higienis dan sanitasi secara konsisten.

"Kami ingin semua SPPG menjadi dapur yang aman, bersih, dan layak. Karena dari situlah jaminan keamanan pangan untuk anak-anak bisa benar-benar terwujud," pungkasnya.


(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved