Rabu, 15 April 2026

Megawati Ziarahi Makam Bung Karno

Megawati Soroti Tajam Kemunculan AI dan Bahaya Imperialisme Digital

Megawati Soroti Tajam Kemunculan AI dan Bahaya Imperialisme Digital saat peringatan 70 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Blitar

Editor: Rendy Nicko
Dok PDIP Jatim
FORUM AKADEMIK INTERNASIONAL - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pemaparan di Forum Akademik Internasional yang jadi rangkaian acara Peringatan 70 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Kota Blitar, Sabtu (1/11/2025). 

TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Sorotan tajam terhadap kemunculan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di tengah arus teknologi digital yang pesat dilakukan PDI Perjuangan.

Bahkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan pentingnya kembali meneguhkan nilai-nilai kemanusiaan dan Pancasila.

Di hadapan para perwakilan negara dan tamu undangan, Megawati menyinggung fenomena global yang kini ramai diperbincangkan: yaitu AI. Dengan nada tegas dia mengatakan bahwa AI tidak akan pernah melampaui kemampuan otak manusia.

“AI itu tidak lebih hebat dari otak saya, karena otak adalah ciptaan Tuhan,” ujar Megawati disambut tepuk tangan audiens acara peringatan 70 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Museum Bung Karno, Kompleks Makam Bung Karno, Kota Blitar, Sabtu (1/11/2025).

Baca juga: Megawati Tekankan Hal Berikut di Seminar Peringatan Konferensi Asia Afrika di Blitar

Baca juga: Konsolidasi Internal, Ini Arahan Ketua PDIP Megawati Bagi Bupati Kediri Mas Dhito

Presiden ke-5 RI itu mengingatkan agar masyarakat, terutama generasi muda, tidak tergila-gila pada teknologi AI maupun robotik. Menurutnya, kemajuan teknologi bisa menjadi bentuk baru dari imperialisme modern jika tidak dikendalikan oleh nilai kemanusiaan dan kebijaksanaan bangsa sendiri.

“AI bisa jadi alat imperialisme baru. Kita harus hati-hati, jangan sampai bangsa ini kehilangan jati dirinya hanya karena tergoda kemajuan teknologi,” tuturnya.

Dalam pidatonya, Megawati juga mengenang perjalanan hidupnya yang sejak usia 14 tahun telah mengenal dunia politik. Dia mengaku mengidolakan tokoh-tokoh besar dunia seperti Nikita Khrushchev dari Rusia, yang menurutnya merupakan pemimpin dengan visi kuat bagi bangsanya.

Tak lupa, Megawati ini juga menyinggung pidato legendaris Presiden Soekarno, ayahandanya, dalam Konferensi Asia Afrika tahun 1955 yang menyerukan semangat membangun dunia baru “To Build the World Anew.”.

“Bung Karno itu pemimpin futuristik. Beliau sudah memikirkan masa depan dunia, mempersembahkan Pancasila bukan hanya untuk Indonesia, tapi bagi umat manusia. Karena Pancasila adalah universal, berakar pada ketuhanan,” beber Megawati.

Megawati juga berpesan kepada anak muda agar tidak terisolasi atau apatis terhadap isu geopolitik, karena masa depan bangsa akan ditentukan oleh pemahaman mereka terhadap dinamika global.

“Geopolitik itu penting. Jangan jadi anak muda yang kuper. Pahami dunia agar tidak mudah dipermainkan oleh kepentingan asing,” ujarnya lantang.

Dalam pidatonya, dia juga menegaskan kembali pandangan Bung Karno bahwa Pancasila adalah “the lifeline map of anti-imperialism” peta jalan kehidupan untuk melawan segala bentuk penindasan dan menjaga kearifan lokal dalam semangat mufakat. (*)

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Mataraman

(TribunMataraman.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved