Senin, 8 Juni 2026

Berita Terbaru Kabupaten Kediri

Misteri Jasad di Sungai Brantas Kediri Terungkap, Pemuda Diduga Terpeleset

Misteri penemuan jasad laki-laki tanpa identitas di pinggir Sungai Brantas Desa Badal, Kabupaten Kediri, akhirnya terkuak

Tayang:
Penulis: Isya Anshori | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Polsek Ngadiluwih
EVAKUASI - Petugas kepolisian Polsek Ngadiluwih saat evakuasi mayat laki-laki tanpa identitas di Desa Badal Kecamatan Ngadiluwih, Senin (11/8/2025). Korban diketahui bernama Abdul Hakim (18) warga Dusun Jabang Desa Sidomulyo Kecamatan Semen Kabupaten Kediri. 

TRIBUNMATARAMAN.COM I KEDIRI - Misteri penemuan jasad laki-laki tanpa identitas di pinggir Sungai Brantas, Dusun Nambangan Desa Badal Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Senin (11/8/2025), akhirnya terkuak.

Korban diketahui bernama Abdul Hakim (18) warga Dusun Jabang Desa Sidomulyo Kecamatan Semen Kabupaten Kediri.

Kapolsek Ngadiluwih AKP Agung Saifudin menjelaskan identitas korban terungkap setelah tim Inafis Polres Kediri mencocokkan sidik jari dengan data kependudukan. Hasilnya, 100 persen identik dengan Abdul Hakim.

Keluarga korban juga membenarkan setelah melakukan pengecekan langsung di ruang jenazah RS Bhayangkara Kota Kediri.

"Sudah diidentifikasi dan cocok dengan data bernama Abdul Hakim warga Semen," katanya, Senin (11/8/2025). 

Saat ini korban telah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan setelah dilakukan proses otopsi di RS Bhayangkara Kota Kediri.

Untuk penyebab sendiri, pihak kepolisian menduga korban terpeleset dan tercebur di Sungai Brantas

"Diduga terjatuh ke Sungai Brantas," imbuhnya. 

Sebelumnya, korban pertama kali ditemukan oleh Baidowi (70) warga setempat yang sedang mencari rumput.

Dia melihat sesosok tubuh tersangkut di ranting pohon tepi sungai dalam posisi tengkurap dan tanpa busana. 

"Mayat sudah membusuk, seluruh tubuh melepuh, dan wajah sulit dikenali," terang Kapolsek Ngadiluwih.

Baca juga: Polres Kediri Tangkap Dua Tersangka Pengeroyokan di Kras, Korban Alami Luka Bacok

Berdasarkan keterangan ibu korban, Julaikah, Abdul Hakim meninggalkan rumah pada 3 Agustus 2025 dini hari.

Dia sempat menginap di rumah kerabat di Desa Slumbung, lalu pada 10 Agustus terlihat berjalan ke arah barat tanpa pamit.

Korban diketahui memiliki riwayat depresi sejak 2023 dengan kebiasaan menyendiri dan sifat temperamental.

Hasil pemeriksaan luar tidak menemukan tanda kekerasan. Keluarga menerima kematian Abdul Hakim sebagai musibah, menolak autopsi, dan tidak akan menuntut secara hukum.

Jenazah ditemukan di lokasi yang jauh dari pemukiman, kawasan yang biasanya hanya dilalui pencari rumput. Polisi menduga jasad korban terbawa arus dari tempat lain sebelum tersangkut di TKP.

 

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved