Liga 4

Persatu Tuban di Ujung Tanduk: Terancam Dicoret Asprov dan Kesulitan Dana

Manajemen Belum Siap Danai Persatu Tuban, Nasib Klub di Ujung Tanduk untuk Gagal Main di Liga 4

Editor: faridmukarrom
Ist
Persatu - Pemain Persatu Tuban usai pertandingan, saat menemui para suporter yang telah mendukung di Stadion Tuban Sport Center. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | TUBAN -  Persatu Tuban, klub kebanggaan masyarakat Kabupaten Tuban, tengah berada dalam situasi kritis.

Selain terancam kehilangan status keanggotaannya di Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur, klub berjuluk Laskar Ronggolawe ini juga masih dihantui oleh krisis finansial.

Ancaman pencoretan dari keanggotaan Asprov PSSI Jatim bukan tanpa dasar.

Hal itu disebabkan karena Persatu absen mengikuti kompetisi resmi selama musim 2024/2025.

Baca juga: Daftar Lengkap Sementara Skuad Manchester City 2025/26, Gibbs-White Gabung?

Berdasarkan regulasi PSSI, sebuah klub yang tidak aktif dalam dua musim berturut-turut bisa dinyatakan gugur keanggotaannya sebagai anggota Asprov.

Di sisi lain, manajemen Persatu juga masih kesulitan mencari sumber pendanaan yang jelas. Salah satu manajer klub, Fahmi Fikroni, mengakui bahwa para pemegang saham saat ini belum bisa menyediakan dana operasional untuk tim.

“Memang sampai hari ini empat pemegang saham ini terkendala dengan biaya,” ujar Fahmi saat ditemui pada Sabtu (12/7/2025).

Situasi ini membuat nasib Persatu semakin menggantung. Untuk menyelamatkan klub dari ancaman nonaktif, Fahmi menyebut pihaknya telah menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak eksternal yang dianggap potensial menjadi investor baru.

“Saya sudah koordinasi dengan orang-orang yang mau membiayai Persatu ini. Cuma sampai hari ini belum clear,” tambahnya.

Meski belum ada kesepakatan yang mengikat, Roni menyebut ada harapan dari seorang pengusaha lokal yang tertarik terlibat dalam pendanaan klub.

Ia berharap dalam waktu dekat, atau sebelum musim kompetisi baru dimulai, sudah ada kepastian mengenai siapa yang akan menjadi penyokong finansial Persatu.

Sebagai informasi, saat ini PT Persatu Putra Tuban badan hukum yang menaungi klub  dikendalikan oleh empat pemegang saham utama.

Mereka adalah anggota DPRD Tuban Fahmi Fikroni, Wakil Ketua DPRD Tuban M Miyadi, anggota DPR RI Ratna Juwita Sari, dan Komisaris Utama PT Persatu Tuban Nashruddin Ali.

Ketidakjelasan dukungan dari para pemegang saham inilah yang memperkeruh arah kebijakan dan masa depan klub.

Tanpa dukungan dana yang memadai dan kepastian keikutsertaan dalam kompetisi, Persatu terancam vakum lebih lama  yang bisa berujung pada hilangnya status sebagai klub anggota resmi Asprov.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Mataraman

(tribunmataraman.com/ Muhammad Nurkholis)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved