Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Terbaru Kabupaten Trenggalek

Ikan Melimpah Tapi Nelayan Trenggalek Tak Bisa Melaut Karena Cuaca Ekstrem

Karena cuaca ekstrem, para nelayan di Kabupaten Trenggalek takit melaut meski ikan sedang melimpah

Tayang:
Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: eben haezer
Tribunmataraman.com/sofyan arif candra
TAKUT MELAUT - Kapal-kapal di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Sabtu (5/7/2025). Cuaca ekstrem di laut selatan sebabkan nelayan Prigi Kabupaten Trenggalek tidak bisa melaut. 

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Cuaca ekstrem yang menerjang pesisir selatan Kabupaten Trenggalek membuat nelayan Prigi, Kecamatan Watulimo, takut melaut.

Gelombang tinggi dan angin kencang mengancam keselamatan nelayan Kabupaten Trenggalek yang mencari ikan di Samudera Hindia.

Seorang nelayan Prigi, Mamat, menuturkan gelombang di tengah laut selatan bisa mencapai 4 meter hingga 5 meter, hal tersebut memburuk dalam kurun waktu 2 bulan terakhir.

Baca juga: Hasil Identifikasi Jenazah Korban KMP Tunu Pratama Jaya yang Ditemukan Minggu


"Sementara di Teluk Prigi cuaca memburuk sudah 4 bulan, yang paling ekstrem 2 bulan terakhir ini semua tidak bisa melaut," kata Mamat, Senin (7/7/2025).

Mamat mengatakan pada bulan Maret - April, cuaca mulai memburuk namun pada bulan-bulan tersebut memang belum musim ikan.

Sedangkan bulan Mei - Juni nelayan seharusnya sudah mulai melaut karena pada bulan Mei ikan sudah mulai muncul dan semakin banyak di bulan Juni.

"Seharusnya bulan-bulan ini musim ikan dan panen raya, tapi karena cuaca ekstrem akhirnya tidak bisa bekerja menangkap ikan di Prigi," lanjut nelayan Purse Sein ini.

Mamat sendiri heran karena biasanya cuaca di pertengahan tahun sangat bersahabat. Ia pun tidak bisa memprediksi sampai kapan anomali cuaca tersebut akan terjadi.

"Ada ratusan bahkan ribuan nelayan yang terdampak, kapal Purse Sein saja ada 137 kapal belum lagi tonda dan nelayan pancing ulur, semua tidak bisa melaut," lanjutnya.

Mamat menjelaskan, banyak nelayan di Kecamatan Watulimo yang tidak mempunyai pekerjaan sampingan, sehingga ketika tidak bisa melaut maka nelayan-nelayan tersebut benar-benar menganggur.

"Sebagian nelayan memang ada yang masih punya pertanian jadi bisa bekerja, tapi nelayan lain yang tidak punya (lahan pertanian) kan menganggur," pungkasnya.

(TribunMataraman/Sofyan Arif Candra)

editor: eben haezer

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved