Liga 1

Menerka-nerka Formasi Arema FC di Era Pelatih Marcos Santos

Di bawah asuhan pelatih Marcos Santos, Arema FC akan memasuki era baru. Kira-kira, formasi apa yang akan banyak dipakai Singo Edan?

Penulis: Rifky Edgar | Editor: eben haezer
Arema FC
Pelatih baru Arema FC, Marcos Santos saat berada di Stadion Kanjuruhan Malang, Kamis (26/6/2025). Ia akan menjadi juru taktik Arema FC untuk musim kompetisi 2025/2026 mendatang. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | MALANG - Di bawah asuhan pelatih Marcos Santos, Arema FC memasuki era baru. 

Musim 2025/2026 ini juga akan menjadi era di mana Arema FC banyak dihiasi oleh legiun asing asal Brazil.

Dari sembilan legiun asing, delapan di antaranya berasal dari negeri Samba.

Baca juga: Update Bursa Transfer Liga 1: Arema FC Rekrut Yann Motta, Mantan Pemain Persija

Hanya Julian Guevara yang menjadi satu-satunya pemain Arema FC yang berasal dari Kolombia.

Kabar terbaru, Arema FC baru saja mendatangkan dua pemain asing berposisi sebagai bek tengah.

Keduanya ialah Yann Motta dan Odivan Koerich.

Mereka akan meramaikan posisi di lini belakang, setelah sebelumnya ada nama Thales Lira dan Julian Guevara.

Dengan datangnya dua lagi pemain yang berposisi sebagai bek tengah, tentu saja menimbulkan banyak tanda tanya bagi Aremania.

Kenapa Arema FC cukup banyak menyimpan pemain asing di posisi bek tengah pada musim ini.

Namun hal tersebut bisa menjadi pilihan di barisan lini belakang dalam menyusun formasi.

Bisa saja Marcos Santos menggunakan formasi tiga bek sekaligus.

Sama halnya yang dilakukan oleh Patrick Kluivert ketika menahkodai Timnas Indonesia.

Namun bisa juga, Arema FC tetap memainkan empat pemain di posisi belakang.

Karena dalam beberapa musim terakhir ini, Singo Edan kerap menggunakan formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1.

Menurut General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi, dari beberapa pemain yang didatangkan ini ada yang bisa bermain sebagai gelandang bertahan.

"Motta ini cukup berpengalaman bermain sebagai holding. Karena itu kami tertarik merekrutnya,” katanya.

Inal mengungkapkan, mantan pemain Persija Jakarta bisa bermain di tiga posisi sekaligus, meskipun posisi aslinya sebagai bek tengah.

Kondisi ini sama halnya dengan Julian Guevara, yang sebenarnya memiliki posisi sebagai gelandang bertahan.

Namun ia juga bisa main di posisi bek tengah.

Dengan cedera panjang yang dialami oleh Pablo, adanya Yann Motta dan Julian Guevara bisa menjadi opsi bagi Marcos Santos di sektor gelandang tengah.

"Semakin banyak opsi akan semakin bagus. Apalagi yang kami rekrut ini usianya masih muda, Odivan 25 tahun dan Yan Motta 26 tahun," tandasnya.

(rifky edgar/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved