Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Terbaru Kabupaten Kediri

Adu Banteng Dua Truk di Jambean Kras Kediri, Sopir Selamat Meski Terjepit Kabin 

Dua truk terlibat kecelakaan adu banteng di desa Jambean, kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Sopir selamat meski sempat terjepit kabin,

Tayang:
Penulis: Isya Anshori | Editor: eben haezer
ist
TERJEPIT - Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua truk terjadi di jalan umum Desa Jambean, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Selasa (10/6/2025). Benturan keras antara kedua truk menyebabkan sang sopir Purwanto sempat terjepit di dalam kabin kendaraannya. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Dua truk terlibat tabrakan adu banteng di jalan desa Jambean, kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, kemarin (10/6/2025) sore. 

Insiden ini terjadi akibat salah satu kendaraan oleng ke jalur berlawanan dan menabrak truk dari arah berlawanan.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Kediri, Iptu Budi Winariyanto menyebut kecelakaan bermula ketika sebuah truk bernomor polisi H 9517 HA yang dikemudikan oleh Purwanto (53) warga Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung melaju dari arah utara ke selatan.

Baca juga: BREAKING NEWS - Kalap, Pemuda di Jember Tega Habisi Nyawa Ayah Kandung dan Tetangga

Setibanya di lokasi kejadian, truk bermuatan itu mendadak oleng ke kanan dan melebar ke jalur berlawanan.

Pada saat bersamaan, dari arah selatan melaju truk bernopol AG 9915 EE yang dikemudikan oleh Sutadji (59), warga asal Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.

"Karena jarak sudah terlalu dekat dan kondisi kendaraan yang oleng, tabrakan adu banteng pun tidak bisa dihindari," jelas Iptu Budi saat dikonfirmasi, Rabu (11/6/2025).

Benturan keras antara kedua truk menyebabkan sang sopir Purwanto sempat terjepit di dalam kabin kendaraannya. Warga sekitar yang melihat kejadian langsung membantu proses evakuasi.

Meski sempat terjepit, nyawa Purwanto masih selamat. Dia hanya mengalami luka ringan dan langsung mendapat penanganan medis.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini," imbuh Budi.

Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, polisi menduga sopir Purwanto mengantuk saat mengemudi, sehingga kehilangan kendali hingga kendaraannya keluar jalur.

Kondisi jalan yang lurus dan monoton diduga menjadi salah satu pemicu rasa kantuk saat berkendara.

Iptu Budi mengimbau kepada seluruh pengemudi, khususnya kendaraan besar, untuk tidak memaksakan diri saat merasa lelah atau mengantuk di perjalanan. 

"Lebih baik berhenti sejenak dan beristirahat daripada memaksakan diri dan berisiko mengalami kecelakaan. Keselamatan adalah yang utama," pungkasnya.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

editor: eben haezer

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved