Putra Daerah
Sosok Elang Satria Rajendra Dewanto dan Perjalanannya Raih Prestasi Basket Hingga ke Amrik
Ini adalah cerita tentang sosok Elang Satria Rajendra Dewanto dan perjalanannya menjadi atlet basket nasional, serta proses mewujudkan mimpi ke AS
TRIBUNMATARAMAN.COM | SURABAYA - Ini adalah cerita tentang sosok Elang Satria Rajendra Dewanto dan perjalanannya menjadi atlet basket nasional, serta proses mewujudkan mimpinya ke luar negeri.
Pemuda yang akrab dipanggil Elang (19) ini pertama kali mengenal basket karena diajak oleh kakak perempuannya.
Kala itu, Elang masih kanak-kanak.
Sang kakak iseng mengajaknya mengikuti latihan basket, meski tahu bahwa adiknya tersebut lebih menyukai sepakbola ketimbang basket.
Namun ajakan itu diiyakan oleh Elang.
Itulah awalnya Elang berkenalan dengan dunia bola basket.
Pengalaman ini menjadi awal mula kecintaannya terhadap bola basket.
“Aku diajak kakak latihan basket. Awalnya lebih suka sepak bola, tapi karena kecewa, aku coba basket. Ternyata langsung suka dan mulai serius,” ungkapnya
Sejak saat itu, ia memutuskan untuk serius dan ingin membuktikan bahwa dirinya mampu berprestasi lewat basket.
Atlet Nasional
Saat duduk di bangku SMP, Elang mulai aktif mengikuti kejuaraan Basket di Mojokerto dan Gresik.
Prestasi demi prestasi pun dia raih.
Semakin bertambah catatan kemenangan-kemenangan yang dibuat timnya, semakin besar pula ambisi Elang untuk mencetak lebih banyak prestasi.
Dia juga memendam mimpi untuk berkiprah di luar negeri.
Bersama tim WBS (Western Basketball Surabaya), pemilik tinggi badan 184 cm itu sempat bertanding di Bogor dan Cirebon.
Kemudian, berhasil mempertahankan gelar juara.
Meski demikian, ia merasa pencapaian itu belum cukup.
Hasrat untuk bertanding di luar negeri masih membara.
Kemudian, kesempatan emas datang ketika ia mengikuti ajang DBL dan terpilih sebagai First Team.
Impian ke Luar Negeri
Elang memiliki impian yang tinggi dan pantang menyerah untuk mendapatkan sesuatu yang ia inginkan.
Salah satunya mengikuti seleksi untuk berangkat ke DBL Camp di Amerika.
Pada tahun pertama, Elang sempat merasa tidak percaya diri karena banyak peserta lain yang memiliki pengalaman lebih.
Namun dengan kerja keras, ia berhasil masuk dalam Top 50, lalu terus berusaha hingga akhirnya lolos ke Top 24.
Meski Elang sempat merasa pesimistis, takdir berkata lain. Elang terpilih untuk berangkat ke Amerika bersama tim DBL.
Tahun 2023 pun menjadi pengalaman pertamanya menginjakkan kaki di luar negeri.
“Akhirnya, tahun 2023 aku ikut DBL Camp dan berangkat ke Amerika. Itu pengalaman pertama aku ke luar negeri,” jelasnya
Tahun berikutnya, ia kembali terpilih, kali ini sebagai bagian dari Second Team DBL yang juga bertanding di Amerika.
Tak berhenti sampai di situ, Elang juga mengikuti seleksi PON.
Sebelum bergabung, ia terlebih dahulu menjalani proses screening dan sparing di Malaysia.
Lagi-lagi, dewi fortuna berpihak padanya. Ia berhasil terpilih dan bertanding di luar negeri untuk kedua kalinya, selain Amerika.
Berlatih di Bawah Radar
Meski sudah banyak kejuaraan yang diraih bersama tim, Elang selalu disiplin untuk berlatih.
Dalam hal latihan, Elang lebih suka berlatih di bawah radar.
Ia memilih berlatih sendiri setiap hari tanpa banyak diketahui orang.
“Kalau soal latihan, aku tipe orang yang nggak suka kelihatan latihan sama orang. Kalau ada teman ikut nggak masalah, tapi fokusku tetap latihan,” jelasnya
Ia melatih skillnya yang dirasa masih kurang, seperti kemampuan shooting. Apabila merasa belum puas, ia akan terus mengulang latihan hingga benar-benar matang.
Salah satu cara yang biasa ia lakukan adalah bermain one-on-one dengan teman, untuk mengukur sejauh mana kemampuannya berkembang.
Pandemi
Pandemi COVID-19 dimanfaatkan Elang untuk lebih serius berlatih.
Ia rutin melakukan workout ringan di pagi hari seperti conditioning, dan melanjutkan dengan latihan sore.
Namun, di hari Minggu, anak kedua dari 4 bersaudara itu menyempatkan diri untuk bersantai atau refreshing bersama teman-teman.
Untuk menjaga performa, ia menghindari makanan pedas dan minuman dingin, serta lebih banyak mengonsumsi air putih dan makanan sehat.
“Biasanya aku lebih fokus jaga kondisi tubuh. Menghindari makanan pedas dan minuman dingin, memperbanyak minum air putih dan makan makanan sehat,” katanya
Life Balance
Sebagai atlet profesional, Elang sadar dia harus bisa membagi waktuya dengan baik.
Namun itu bukan hal yang sulit karena sudah menjadi kebiasannya saat masih bersekolah.
Saat masih berstatus sebagai pelajar, Elang menjalani jadwal latihan yang cukup padat 3 kali seminggu di sekolah, 2 kali seminggu di klub, dan ditambah latihan mandiri.
Setelah sekolah, waktu siang ia manfaatkan untuk istirahat, makan, atau ibadah.
Sore harinya diisi dengan latihan, dan malam hari ia pastikan untuk langsung beristirahat agar esok bisa kembali bangun pagi dengan bugar.
“Berusaha atur waktu sebaik mungkin. Misalnya, pagi sekolah, siang istirahat atau ibadah, sore latihan, malam langsung istirahat. Biasanya aku bangun jam 04.30 biar bisa siap menghadapi hari,” pungkasnya
Meski sudah banyak meraih prestasi lewat basket, Elang tetap merasa ada tantangan saat dirinya mengikuti pertandingan.
Salah satu tantangan yang pernah ia alami adalah ketika mengalami masa ‘down’.
Untuk kembali bangkit bukanlah hal yang mudah untuknya.
Namun, ia belajar untuk terus mencari dukungan dari teman-teman, mengevaluasi permainan, dan lebih peka terhadap kondisi diri sendiri. Khususnya dalam mengendalikan emosi.
Ia juga memilih untuk tidak terlalu memikirkan komentar orang lain yang tidak membangun.
“Aku biasanya minta support dari teman-teman, evaluasi permainan, dan coba lebih peka ke kondisi diri sendiri, terutama soal emosi. Dan penting juga untuk nggak dengerin komentar yang nggak membangun,”
Konsisten
Di usianya yang masih belia, Elang punya tekad dan semangat yang membuat dirinya menjadi disiplin dan teratur.
Elang percaya bahwa latihan yang rutin dan menjaga kesehatan adalah kunci untuk meraih prestasi.
Dia menganggap, sangat penting bagi tubuh untuk siap menghadapi latihan berat. Sehingga istirahat pun harus cukup. Karena itu, manajemen waktu sangat diperlukan.
Bila tidak bisa mengelola jadwal dengan baik, latihan akan terasa berat dan performa di lapangan pun tidak akan maksimal.
Kini, setelah lulus dari SMA Negeri 2 Surabaya, Elang sedang mengikuti serangkaian tes untuk masuk Akademi Kepolisian (Akpol).
Ia membawa semangat yang sama ke panggung baru untuk ingin menjadi yang pertama di keluarganya yang berhasil menjadi polisi, sekaligus seorang atlet nasional.
“Sekarang aku udah lulus SMA dan sedang menjalani tes Akpol. Aku punya impian buat jadi orang pertama yang sukses jadi polisi sekaligus atlet nasional,” katanya.
Berikut adalah daftar prestasi di dunia basket yang pernah dicetak oleh Elang:
- Porprov 2023
- DBL Indonesia ALL Star 2023
- PON Aceh 2024
- Lion Cup 2024
- Kejurnas 2024
- Asia Pacific Cup 2024
- DBL Indonesia ALL Star 2024
- Sehati Semarang 2024
(Bianca Arta/tribunmataraman.com)
editor: eben haezer
| Fitria Nuraini Mahasiswi UIN Syekh Wasil Kediri Temukan Harapan di Dunia Psikologi |
|
|---|
| Lawan Keraguan, Mokhamad Rizkyanto Mahasisswa Unesa Asal Kediri Jadi Putera Sejarah Jatim 2025 |
|
|---|
| Mahasiswi HI UB Asal Tuban Ini Buktikan Diri Lewat Prestasi Akademik dan Program Internasional |
|
|---|
| SOSOK Noran Medina Johary Mahasiswi Unesa Raih Beasiswa Unggulan dan Berkarya di Dunia Kreatif |
|
|---|
| Aktif Sejak SMA, Mahasiswa Ilkom Unesa Diana Dwi Sukmawati Konsisten di Dunia Kreatif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Elang-dewanto.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.