Selasa, 9 Juni 2026

Berita Terbaru Kota Kediri

Tumpukan Sampah Ancam Keamanan Cagar Budaya Jembatan Lama Kota Kediri

Tumpukan sampah yang tersangkut di pilarnya membuat jembatan lama Sungai Brantas di Kota Kediri terancam rusak.

Tayang:
Penulis: Luthfi Husnika | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/luthfi husnika
MEMBERSIHKAN SAMPAH - Tim gabungan dari BPBD, DPUPR, DLHKP, Jasa Tirta, dan instansi terkait lainnya saat membersihkan sampah di Jembatan Lama Kota Kediri, Selasa (20/5/2025).  

TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Jembatan Lama Sungai Brantas yang telah berdiri kokoh selama lebih dari 1,5 abad, kini menghadapi ancaman serius.

Bukan karena usia, melainkan akibat tumpukan sampah yang tersangkut di bagian pilar jembatan. 

Melihat hal itu, Pemkot Kediri melakukan aksi bersih-bersih pada Selasa (20/5/2025).

Keberadaan sampah yang terbawa arus deras sungai ini dinilai dapat membahayakan struktur jembatan yang telah berusia lebih dari satu setengah abad dan ditetapkan sebagai cagar budaya.

"Ini upaya untuk membersihkan, karena kalau tidak dibersihkan nanti akan mempengaruhi umur jembatan. Arusnya deras, banyak sampah, terutama bambu yang hanyut dan menyangkut. Kalau tidak segera diangkat, tentu akan membebani jembatan," kata Sekretaris Daerah Kota Kediri, Bagus Alit saat ditemui.

Menurut Bagus, keberlanjutan kondisi jembatan sangat tergantung pada perawatan rutin dan kepedulian semua pihak.

Ia menekankan bahwa Pemkot Kediri tidak hanya akan berhenti pada aksi ini saja, melainkan akan melakukan pembersihan secara berkala.

"Hujan yang terus menerus bisa memperbesar potensi kiriman sampah dari hulu. Maka dari itu, selain pembersihan, kita perlu partisipasi masyarakat agar tidak membuang sampah di saluran air, baik sungai maupun selokan," tambahnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, menyebut aksi pembersihan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat serta hasil pengamatan tim gabungan yang melihat penumpukan sampah di bagian pilar jembatan.

"Jembatan Lama ini usianya sekitar 156 tahun, masuk kategori cagar budaya. Jadi sudah jadi kewajiban kita bersama untuk merawat. Kalau sampahnya makin banyak, bebannya makin berat. Itu berisiko terhadap struktur jembatan," jelas Joko.

Joko mengungkapkan, sampah yang terkumpul mayoritas berupa bambu, ranting pohon, dan kayu. Dengan kondisi debit Sungai Brantas yang masih tinggi, pembersihan dilakukan dengan hati-hati oleh tim gabungan dari BPBD, DPUPR, DLHKP, Jasa Tirta, dan instansi terkait lainnya.

"Pembersihan ini dilakukan secara manual dan juga menggunakan alat berat jika diperlukan, tapi tetap dengan pengawasan ketat demi keselamatan personel. Fokus kita saat ini adalah menjaga keberlangsungan jembatan ini sebagai ikon sejarah Kota Kediri," ujarnya.

Selain itu, Joko juga menyoroti temuan limbah rumah tangga seperti kasur dan bantal yang kerap kali ditemukan mengambang di sungai. Hal ini sangat membahayakan karena bisa menyumbat aliran air dan menyebabkan banjir.

"Itu sangat berpotensi menyebabkan banjir jika sampai menyumbat saluran air. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak berteduh di bawah pohon besar saat hujan deras demi keselamatan," pungkasnya.

(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)

editor: eben haezer

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved