Selasa, 9 Juni 2026

Berita Terbaru Kabupaten Kediri

Tradisi Manten Tebu Tandai Awal Musim Giling di PG Ngadiredjo Kediri

Pembukaan musim giling tebu tahun 2025 di Pabrik Gula (PG) Ngadiredjo Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri ditandai dengan tradisi Manten Tebu

Tayang:
Penulis: Isya Anshori | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/isya anshori
MANTEN TEBU - Suasana tradisi Manten Tebu di PG Ngadirejo Ngadiluwih Kabupaten Kediri jelang musim giling, Jumat (9/5/2025). Tradisi Manten Tebu kembali digelar sebagai bentuk pelestarian kearifan lokal yang sudah diwariskan sejak masa kolonial. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Pembukaan musim giling tebu tahun 2025 di Pabrik Gula (PG) Ngadiredjo Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. berlangsung meriah dengan nuansa budaya yang kental, Jumat (9/5/2025).

Tradisi Manten Tebu kembali digelar sebagai bentuk pelestarian kearifan lokal yang sudah diwariskan sejak masa kolonial.

General Manager PG Ngadiredjo, Wayan Mei Purwono mengatakan bahwa tradisi Manten Tebu menjadi bagian penting dari seremonial jelang proses penggilingan tebu.

Baca juga: Gus Qowim Wakil Wali Kota kediri Hadiri Prosesi Tebu Manten, Tandai Awal Giling di PG Pesantren Baru

Dalam tradisi ini, sepasang tebu pilihan diarak layaknya pengantin menuju area pabrik.

Ada sekitar 13 tebu yang dihiasi janur bak sepasang pengantin lengkap dengan pengiring dan cucuk Manten atau penari yang memimpin prosesi menuju tempat duduk pengantin yakni pelaminan. Setelah sampai pada pelaminan, tebu secara simbolis diserahkan oleh perwakilan petani kepada jajaran direksi PG Ngadirejo. 

"Tebu yang dijadikan manten adalah tebu pilihan, mewakili seluruh wilayah pemasok. Tebu ini sudah layak giling, manis, bersih, segar, dan siap ditebang. Ini adalah simbol kesiapan petani menyerahkan hasil taninya kepada pabrik," jelas Wayan, Jumat (9/5/2025).

Menurut Wayan, tradisi ini telah dilakukan sejak PG Ngadiredjo berdiri pada tahun 1912.

Tebu Manten menjadi simbol harapan dan penghormatan terhadap alam, petani, serta proses produksi gula yang akan dimulai.

Selain arak-arakan Tebu Manten, berbagai pertunjukan budaya juga turut menyemarakkan acara, seperti pagelaran wayang kulit ruwatan dan kesenian jaranan.

Ruwatan dipercaya sebagai bentuk pembersihan dan tolak bala sebelum musim giling dimulai.

"Wayang ruwatan dan jaranan bukan sekadar hiburan, tapi juga bentuk penghormatan terhadap tradisi. Ini yang selalu kami jaga di PG Ngadiredjo agar nilai-nilai lokal tidak hilang," tambah Wayan.

Rangkaian acara pembukaan musim giling juga dimeriahkan dengan kegiatan lain seperti pesta rakyat, cethik geni, jalan sehat, serta berbagai perlombaan olahraga yang digelar di sekitar kawasan pabrik.

Wayan menyebut, PG Ngadiredjo dijadwalkan mulai menerima tebu pada 10 Mei 2025 dan memulai proses giling pada 11 Mei. Sejauh ini, uji coba sistem giling telah dilakukan dengan hasil memuaskan.

"Tahun ini kami menargetkan giling sebanyak 10 juta kuintal tebu dan produksi gula mencapai 80.000 ton. Kami juga menargetkan laba di atas Rp150 miliar," ujar Wayan.

Untuk mendukung target tersebut, PG Ngadiredjo menggelontorkan investasi sebesar Rp 22 miliar guna meningkatkan performa pabrik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved