Jumat, 5 Juni 2026

Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung

200 Penari Unjuk Karya dalam Rangka Hari Tari Sedunia di Tulungagung

Sekitar 200 penari unjuk karya dalam peringatan Hari Tari Sedunia (World Dance Day)

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: faridmukarrom
David Yohanes/Tribun Mataraman
FLASHMOB JARANAN - Para penari melakukan flashmob tari jaranan dalam rangka peringatan Hari Tari Sedunia di Taman Tugu Kartini depan Pendopo Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (27/4/2025). Selain flashmob, ada 200 penari yang unjuk karya, dan menari 4 jam yang dilakukan 4 seniman tari. (Tribunmataraman.com / David Yohanes) 

TRIBUNMATARAMAN.COM | TULUNGAGUNG - Sekitar 200 penari unjuk karya dalam peringatan Hari Tari Sedunia (World Dance Day) yang jatuh setiap 29 April di Taman Tugu Kartini, depan Pendopo Kabupaten Tulungagung, Minggu (27/4/20250.

Para penari ini sempat menyajikan karya dengan kelompok maupun sanggar yang menaunginya masing-masing.

Kemudian mereka menggelar flashmob, 4 tari yang dianggap khas Tulungagung, yaitu beksan kangen, tayub, reog gendang dan jaranan.

Acara ditutup dengan 4 penari yang menyelesaikan tari 4 jam, yang dimulai pukul 06.00 WIB sampai 10.00 WIB.

Acara ini mengambil tema  Gerakan Tak Terbatas Olah  Tubuh atau Gertak Tubuh.

"Maknanya kami sangat membebaskan penari untuk mengeluarkan berbagai kreativitas dalam memori ketubuhannya," ujar Koordinator Acara, Clairine Faiza.

Selain dari Tulungagung, ada seniman tari dari Malang yang ikut bergabung.

Menurut Clairine, lewat kegiatan ini para seniman ingin menghidupkan eksistensi seni tari di Kabupaten Tulungagung.

Bukan sekedar menghidupi, namun juga mengembangkan potensi seni tari yang ada di Kabupaten Tulungagung.

"Seni tari perlu dikembangkan dan terus dilestarikan di Kabupaten Tulungagung," tegasnya.

Ada sekitar 15 sanggar atau komunitas tari yang ikut bergabung dalam Gertak Tubuh ini.

Lebih jauh, Clairine menilai perkembangan seni tari di Tulungagung cukup menggembirakan.

Hal ini ditandai munculnya banyak sanggar tari dan komunitas kesenian yang memayungi seni tari.

"Sanggar atau komunitas itu mendekatkan seni tari dengan masyarakat. Peminatnya dari anak kecil sampai usia dewasa, sangat beragam," katanya.

Clairine mengajak para seniman untuk merayakan Hari Tari Dunia dengan mengembangkan dan memajukan seni budaya di Tulungagung.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Mataraman

(tribunmataraman.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved