Jumat, 5 Juni 2026

Berita Terbaru Kabupaten Nganjuk

Panen Raya Serentak Di Nganjuk, Bupati Kang Marhaen Usulkan Ini ke Bulog

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro mengikuti panen raya padi serentak, Senin (7/4/2025)

Tayang:
Penulis: Danendra Kusuma | Editor: faridmukarrom
Danendra Kusuma
PANEN RAYA : Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro mengikuti panen raya padi serentak, Senin (7/4/2025). Panen raya dipusatkan di area persawahan Kelurahan Kapas, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | NGANJUK -  Panen raya nasional dihelat serentak di 14 provinsi dan 156 kota atau kabupaten seluruh Indonesia, Senin (7/4/2025). 

Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu daerah yang melangsungkannya. 

Panen raya dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro didampingi sejumlah jajaran. 

Pelaksanaannya, dipusatkan di area persawahan Kelurahan Kapas, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk

Dalam kesempatan itu, Kang Marhaen -sapaan bupati- mengatakan seluruh hasil panen padi petani harus terserap dengan harga yang telah ditetapkan oleh Presiden, yakni Rp 6.500 per kilogram, oleh Bulog setempat. 

Baca juga: Lebaran Ketupat 2025, Wagub Emil Sowan ke Kiai di Trenggalek

Hal tersebut juga sesuai dengan instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto melalui sambungan virtual kegiatan panen raya nasional. 

Sementara di Kota Angin, telah dipanen padi sekira 85 ribu hektare persawahan yang tersebar di 20 kecamatan pada kuartal awal tahun ini. 

"Gabah kering di Nganjuk dapat terserap semua oleh Bulog dengan harga yang sesuai, ini harapan kita. Karena petani butuh kepastian mengenai harga. Program pemerintah harus ditindaklanjuti cepat oleh Bulog," katanya. 

Marhaen turut meminta kepala desa maupun penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk menjadwal masa panen. 

Sebab, berdasar informasi yang ia himpun dari Bulog setempat, ada keterbatasan kapasitas mesin pengeringan. 

Kang Marhaen pun mengusulkan Kabupaten Nganjuk harus mandiri, punya mitra maklon (jasa pengolahan gabah kering) sendiri kepada Bulog. 

"Nantinya, mitra maklon merupakan warga Nganjuk sehingga ada ikatan emosional. Nantinya Jumlahnya lima maklon. Semoga dalam minggu ini lima maklon bisa beroperasi sehingga hasil panen petani bisa terserap semua di periode ini," terangnya. (nen) 

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Mataraman

(tribunmataraman.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved