Kamis, 30 April 2026

Pendidikan

Rektor UNAIR: Prestasi Otentik Jadi Kunci Lolos SNBP dan Mendapat Golden Ticket

Prestasi otentik dan kredibel menjadi faktor utama dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) serta jalur golden ticket Universitas Airlangga

Tayang:
Editor: eben haezer
sulvi sofiana
MEET AND GREET : Rektor Unair, Prof Dr Mohammad Nasih MT Ak CA saat meet and greet bersama rektor dalam rangkaian Airlangga Education Expo (AEE) 2025, Jumat (7/2/2025) sore di Airlangga Convention Centre (ACC) Universitas Airlangga (Unair) Kampus MERR-C. Dalam kesempatan tersebut Prof Nasih merespons antusiasme siswa-siswi SMA yang datang ke AEE untuk mencari informasi mengenai golden ticket. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | SURABAYA - Prestasi otentik dan kredibel menjadi faktor utama dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) serta jalur golden ticket Universitas Airlangga (Unair). 

Hal ini diungkapkan Rektor Unair, Prof. Dr Mohammad Nasih SE MT Ak dalam Airlangga Education Expo (AEE) 2025 di Airlangga Convention Centre (ACC) Kampus MERR-C, Jumat (7/2/2025) sore.  

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses penerimaan mahasiswa baru.

Baca juga: Kemenag Copot Guru MAN 1 Lamongan yang Gebrak Meja Saat Ditanya Siswa Soal Gagal Ikut SNBP

“Kami ingin penerimaan di Unair transparan sehingga yang diterima, terutama yang mendapat golden ticket, diumumkan sejak awal. Semua orang tahu bahwa ada dasar yang jelas dalam pemberian golden ticket dan penerimaan mahasiswa baru,” ujar Prof Nasih.

Unair juga tidak membatasi jumlah golden ticket yang diberikan sepanjang prestasi dan prodi yang dipilih pendaftar relevan, dengan fokus utama pada jalur SNBP.

“Kami tidak membatasi. Golden ticket fokusnya di SNBP. Ada 100 lebih yang disediakan, dan mudah-mudahan bertambah,” jelasnya.

Namun, ia mengakui bahwa ada tantangan dalam menentukan penerima golden ticket bagi siswa yang memiliki prestasi tetapi berasal dari sekolah dengan peringkat rendah.

“Punya prestasi tapi peringkat sekolahnya jauh, itu yang sulit untuk memberikan,” tambahnya.

Selain itu, Prof. Nasih juga menyoroti rendahnya minat penerima golden ticket terhadap program vokasi di Unair, meskipun peluangnya lebih besar.

“Biasanya yang golden ticket ini jarang mengambil vokasi. Ini yang kami sayangkan,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa bagi siswa yang ingin masuk Unair melalui golden ticket, program vokasi menawarkan peluang lebih besar dibandingkan program akademik lainnya.

“Kalau mau di vokasi, sebenarnya peluangnya jauh lebih besar. Peluang terbesar kalau mau golden ticket, di vokasi cukup besar,” tegasnya.

Acara AEE 2025 ini menjadi ajang bagi siswa untuk mengenal lebih dalam tentang berbagai program studi di Unair agar tidak salah memilih jurusan.

“Kita ingin memperkenalkan lebih dalam lagi, jangan sampai salah pilih,” pungkas Prof Nasih.

Sementara itu, Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Unair, Dr Achmad Solihin SE MSi mengungkapkan tingkat keketatan di jalur SNBP akan semakin meningkat. Mengingat prestasi yang diraih Unair saat ini akan meningkatkan pendaftar di Unair.

"Selain prodi-prodi favorit yang memiliki keketatan tinggi, ada tiga prodi di FTMM yang sudah mulai meningkat peminatnya. Karena prodi tersebut menjadi trensetter dan hanya ada di Unair,"ujarnya.

Sehingga banyak pilihan prodi yang bisa dijadikan pilihan pendaftar dengan melihat peluang prestasi yang dimiliki.

(sulvi sofiana/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved