Imlek 2025
Asal Usul Tradisi Imlek di Tiongkok dan Perkembangannya di Indonesia
Berikut sejarah Imlek di Tiongkok dan perkembangannya di Indonesia yang penuh dengan akulturasi
TRIBUNMATARAMAN.COM | SURABAYA - Di Indonesia, Perayaan Imlek tidak hanya menjadi momen penting bagi masyarakat Tionghoa, tetapi juga simbol keberagaman budaya di Indonesia.
Shinta Devi Ika Santhi Rahayu, dosen Ilmu Sejarah Universitas Airlangga (Unair), mengungkap berbagai dimensi sejarah dan nilai budaya dari tradisi yang telah berlangsung selama ribuan tahun ini.
Menurut Shinta, Imlek berasal dari tradisi menyambut musim semi di Tiongkok, jauh sebelum hadirnya agama tertentu.
Baca juga: Tradisi Unik Hari Raya Imlek di Berbagai Negara, Kaya Perpaduan Budaya Tionghoa dan Budaya Lokal
"Tradisi ini muncul karena masyarakat Tiongkok mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, sehingga musim semi dianggap sebagai awal kehidupan baru," jelasnya.
Namun, perjalanan tradisi Imlek di Indonesia tidak selalu mulus. Pada masa Orde Baru, perayaan ini hanya bisa dilakukan secara terbatas di ruang privat.
Baru pada era Reformasi, khususnya di masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Imlek diakui sebagai tradisi nasional dan ditetapkan sebagai hari libur resmi.
Shinta juga menyoroti keunikan perayaan Imlek di Indonesia yang bersifat inklusif dan lintas etnis.
"Misalnya, tradisi berbagi angpao kini juga ditemukan dalam perayaan Idulfitri. Makanan khas Imlek seperti kue keranjang dan mie panjang umur sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Indonesia secara umum," ujarnya.
Ia menambahkan, simbol-simbol Imlek seperti barongsai dan pernak-pernik berwarna merah dan emas juga menjadi daya tarik lintas budaya.
“Banyak pernak-pernik Imlek dijual oleh orang dari berbagai latar belakang. Ini mencerminkan keterbukaan masyarakat Indonesia terhadap budaya Tionghoa,” ungkap Shinta.
Setiap elemen dalam tradisi Imlek, lanjutnya, mengandung makna filosofis.
Seperti warna merah melambangkan keberuntungan, sementara emas simbol kemakmuran.
Kemudian kue keranjang dengan tekstur lengket merepresentasikan eratnya hubungan persaudaraan. Bahkan, hujan yang sering turun saat Imlek dipercaya sebagai simbol rezeki berlimpah.
"Imlek bukan sekadar tradisi, tetapi simbol harmoni yang mempererat keberagaman budaya di Indonesia. Dengan memahami filosofi di balik tradisi ini, masyarakat dapat menjadikannya inspirasi untuk memperkuat kebersamaan dan persatuan," kata Shinta.
Ia berharap perayaan Imlek terus menjadi momen untuk merayakan keberagaman dan memperkokoh nilai-nilai toleransi di tengah era globalisasi.
(sulvi sofiana/tribunmataraman.com)
editor: eben haezer
| Warga Antusias Lihat Arak-arakan Barongsai Puncak Perayaan Imlek 2025 di Kota Blitar |
|
|---|
| Kunjungan Wisata ke TWA Kawah Ijen Naik Lebih dari Dua Kali Lipat Saat Libur Imlek 2025 |
|
|---|
| Imlek 2025: PT KAI Hadirkan Atraksi Barongsai di Stasiun Gubeng Surabaya |
|
|---|
| Imlek 2025 di Kampung Tambak Bayan Surabaya, Ada Barongsai Hingga Jaranan Rea-Reo |
|
|---|
| Pakai Metode SREG, Polres Nganjuk Siagakan Ratusan Personel Amankan Libur Imlek |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/persiapan-imlek-2025-di-tulungagung.jpg)