Kasus PMK di Kota Kediri
Mulai Muncul, di Kota Kediri Kasus PMK Ditemukan Ada 55, Ini Gejala Klinis yang Harus Diwaspadai
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih menjadi ancaman bagi peternak di Kota Kediri, kini ditemukan ada 55 kasus.
Penulis: Luthfi Husnika | Editor: faridmukarrom
TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih menjadi ancaman bagi peternak di Kota Kediri.
Saat ini, tercatat ada 55 kasus infeksi virus PMK, dengan rincian satu ekor ternak mati, satu ekor sembuh, dan 53 ekor masih dalam proses penyembuhan.
DKPP Kota Kediri pun terus menggencarkan vaksinasi PMK untuk menekan angka penyebaran virus yang sangat menular ini.
Koordinator Tim Vaksinasi DKPP Kota Kediri, drh. Alfisyakhrul Ramadhan, mengingatkan bahwa vaksinasi adalah langkah paling efektif untuk melindungi ternak dari PMK.
"Ternak yang sudah divaksin memiliki risiko rendah terkena PMK, dan jika terinfeksi pun gejalanya lebih ringan serta tidak sampai menyebabkan kematian," ujarnya saat ditemui di sela-sela vaksinasi.
Baca juga: Jadwal Terbaru Red Spark vs Ekspressway di Liga Voli Putri Korea, Sosok Megawati Menurut Pelatih
Vaksinasi PMK dilakukan dalam beberapa tahap. Setiap ternak akan mendapatkan tiga dosis vaksin dalam jeda periode enam bulan sekali. Jika diperlukan, ternak juga bisa mendapatkan dosis tambahan atau booster untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap virus.
Drh. Alfisyakhrul menjelaskan bahwa PMK merupakan penyakit infeksius akut yang menyerang hewan berkuku genap atau belah, seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba. Virus ini dapat menyebar melalui udara dan kontak langsung antarhewan, terutama di lingkungan peternakan dengan populasi tinggi atau pasar hewan.
"Peternak harus mengenali gejala klinis PMK sejak dini agar bisa segera mengambil tindakan. Gejala awal yang sering muncul adalah demam tinggi mencapai 39-41 derajat Celsius, lemas, dan nafsu makan menurun," jelas drh. Alfisyakhrul.
Selain itu, lanjutnya, ada beberapa tanda khas yang bisa diamati, seperti lepuh atau sariawan pada rongga mulut dan lidah, lepuh di sekitar puting pada sapi betina, serta penurunan produksi susu.
Gejala lain yang sering ditemukan adalah hipersalivasi (air liur berlebih yang menggantung dan berbusa) serta pincang akut yang bisa membuat hewan tidak bisa berdiri. Dalam kasus yang parah, PMK dapat menyebabkan kematian ternak.
DKPP Kota Kediri mengimbau para peternak untuk memastikan bahwa hewan yang diperjualbelikan sudah divaksin PMK.
"Di masa penyebaran virus seperti sekarang, hanya ternak yang sudah divaksin yang sebaiknya diperdagangkan, agar tidak membawa virus ke daerah lain," tegas drh. Alfisyakhrul.
Selain PMK, DKPP juga menyoroti faktor cuaca ekstrem yang turut mempengaruhi kesehatan ternak. Menurutnya, tidak semua kematian ternak di Kota Kediri disebabkan oleh PMK. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan faktor penyebab lainnya.
"Kami juga terus berkomitmen untuk melakukan pemantauan, edukasi, dan vaksinasi agar penyebaran PMK bisa dikendalikan," pungkasnya
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Mataraman
(tribunmataraman.com)
| DPRD Nganjuk Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 |
|
|---|
| Mobil Angkutan Barang Masuk Kampung, Pelaksana Proyek Jembatan Gondang 1 Belum Tepati Komitmen |
|
|---|
| Demi Stabilkan Harga Beras, Bulog Tulungagung Percepat Salurkan Bantuan Pangan |
|
|---|
| Kepala Anak Tersangkut Kursi di Kedungwaru Tulungagung, Sang Ibu Hubungi Damkar |
|
|---|
| Live di SCTV GRATIS! LINK TV Online Live Streaming Indonesia U19 vs Vietnam di Piala AFF U19 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Penyakit-Mulut-dan-Kuku-PMK.jpg)