Rabu, 20 Mei 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Kabupaten Kediri Siap Terapkan Program Makan Bergizi Gratis Pekan Depan, 54 Sekolah Jadi Percontohan

Program makan bergizi gratis di kabupaten Kediri akan dimulai pekan depan. Sebanyak 54 sekolah akan jadi percontohan.

Tayang:
Penulis: Isya Anshori | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/isya anshori
Uji coba makan bergizi gratis di salah satu sekolah di Kabupaten Kediri pada September 2024 lalu. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Pemerintah Kabupaten Kediri tengah bersiap meluncurkan program inovatif Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Program ini bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi pelajar di Kabupaten Kediri, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA. Pelaksanaan tahap awal akan dimulai pada 13 Januari 2025 di 54 sekolah percontohan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokh. Muhsin, mengungkapkan bahwa program MBG ini akan melibatkan sekolah-sekolah dari berbagai instansi.

Dari total 54 sekolah, 44 di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, 7 sekolah dari Kementerian Agama, dan 3 lainnya dikelola Dinas Cabang Pendidikan Jawa Timur. 

"Diperkirakan ada 3.000 hingga 3.500 siswa penerima manfaat di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Data penerima manfaat mencakup nama dan alamat siswa dari berbagai jenjang pendidikan, termasuk PAUD, TK, SD, SMP, SLB, hingga SMA," kata Muhsin, Jumat (10/1/2025).

Ia juga memberikan arahan kepada sekolah penerima agar segera mempersiapkan tempat transit makanan sebelum didistribusikan kepada para siswa. Muhsin meminta sekolah yang belum mendapatkan program MBG tahap awal ini untuk bersabar, karena pelaksanaan akan dilakukan secara bertahap. 

Program MBG mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Achmad Khatib, menyatakan bahwa pihaknya bertugas memastikan kualitas dan keamanan makanan yang didistribusikan. 

"Kami sifatnya memonitoring dan mendukung penuh program ini. Hal ini untuk memastikan makanan yang diberikan benar-benar sehat dan bergizi, sehingga program berjalan lancar dan aman," ungkap dr. Khatib.  

Khotib menjelaskan, pihaknya hanya sebatas mendukung penuh program yang digelar oleh Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Nantinya mereka yang akan menjadi kepala SPPG atau unit dapur pelaksana di daerah.

Dari hasil informasi dan rapat bersama, untuk pelaksanaan program akan dikoordinasikan melalui tiga titik SPPG, yakni dua lokasi di Pare yakni Jalan Lawu dan Semanding Tertek dan satu di Kayen Kidul. Ketiga titik ini akan menjadi pusat operasional penyediaan makanan bergizi.  

"Kami juga bekerja sama dengan OPD lain untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program agar hasilnya maksimal," tambah dr. Khatib.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

editor: eben haezer

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved