Senin, 8 Juni 2026

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku

DKPP Kabupaten Kediri Buka Opsi Penutupan Sementara Pasar Hewan Karena Wabah PMK

DKPP Kabupaten Kediri mengkaji kemungkinan menutup sementara pasar hewan karena ancaman wabah PMK

Tayang:
Penulis: Isya Anshori | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/isya anshori
Perdagangan sapi di Pasar Hewan Tertek, kecamatan Pare, kabupaten Kediri 

TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kembali merebak di Kabupaten Kediri menjadi perhatian serius Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP).

Meski ditemukan tiga sapi positif PMK di Pasar Hewan Tertek, Pare, Selasa (7/1/2025), DKPP masih mengkaji opsi penutupan pasar hewan untuk mencegah penyebaran lebih luas.  

Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menyatakan pihaknya sedang melakukan evaluasi mendalam terkait kondisi pasar hewan di wilayah tersebut. 

Baca juga: DKPP Kediri Temukan Tiga Sapi Positif PMK di Pasar Hewan Pare, Satu Ekor Disembelih Paksa

"Kami evaluasi untuk temuan hari ini, dan rencana besok kami akan rapat dengan Gugus Tugas PMK, dengan Pimpinan, SKPD terkait, TNI dan Polisi. Untuk nanti kebijakan seperti apa akan diputuskan oleh tim gugus PMK Kabupaten," jelas Tutik. 

Tutik menambahkan, dari tiga sapi yang terkonfirmasi positif PMK, satu ekor terpaksa dipotong paksa, sementara dua lainnya diarahkan untuk segera dibawa ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

"Sapi-sapi ini berasal dari luar Kediri, sehingga kami minta pedagang dan peternak lebih berhati-hati dalam memilih ternak yang akan dijual atau dibeli," tegasnya.  

Tutik menyebutkan lonjakan kasus PMK di Kabupaten Kediri terus meningkat, dengan data per 6 Januari 2025 menunjukkan 369 kasus, naik signifikan dari 251 kasus sebelumnya. Kondisi ini mendorong DKPP untuk meningkatkan pengawasan di pasar hewan lain yang ada di Kabupaten Kediri

"Penutupan pasar hewan bisa menjadi opsi, namun perlu pertimbangan matang karena menyangkut perekonomian peternak. Untuk sementara, kami fokus pada pengawasan ketat dan sterilisasi," ungkapnya. 

Untuk mencegah penyebaran PMK, DKPP telah rutin melakukan penyemprotan desinfektan di pasar hewan dan kendaraan pengangkut ternak. Selain itu, petugas juga memperketat pemeriksaan kesehatan hewan sebelum masuk ke pasar.  

DKPP mengimbau para peternak dan pedagang untuk menjaga kebersihan kandang, memastikan pakan yang diberikan berkualitas, serta segera melaporkan jika ada ternak yang menunjukkan gejala PMK. 

"Keselamatan ternak dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas kami. Langkah apapun yang diambil akan mempertimbangkan aspek tersebut," tandas Tutik.   

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

editor: eben haezer
 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved