Berita Terbaru Kabupaten Kediri
Gen Z Paling Banyak Berkontribusi Terhadap Jumlah Kasus Baru HIV/Aids di Kabupaten Kediri
Hingga November 2024 ada 212 kasus baru HIV di Kabupaten Kediri. Gen Z mendominasi
Penulis: Isya Anshori | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Sebanyak 212 kasus baru HIV tercatat di Kabupaten Kediri selama Januari hingga November 2024.
Mayoritas pengidap baru berasal dari Generasi Z, yakni kelompok usia 12 hingga 27 tahun.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri, dr. Bambang Triyono Putro, mengungkapkan bahwa perilaku seksual berisiko menjadi penyebab utama tingginya angka penularan HIV di kalangan ini.
"Generasi Z sangat rentan karena banyak yang terjebak dalam perilaku seksual menyimpang. Penting sekali untuk memberikan edukasi kesehatan reproduksi agar mereka lebih memahami risiko yang mengancam kesehatan mereka," ujar dr. Bambang, Kamis (19/12/2024).
Menurut dr. Bambang, perilaku seksual berisiko di kalangan Gen Z banyak dipengaruhi oleh informasi yang tidak tepat. Sumber informasi ini kerap kali berasal dari media sosial atau lingkungan pergaulan yang kurang mendukung.
"Bukan hanya soal pergaulan, tapi sering kali mereka mendapatkan informasi yang salah, baik dari teman maupun media sosial, sehingga terjadi penyimpangan perilaku seksual, seperti seks bebas, heteroseksual, maupun homoseksual. Ini semua menjadi faktor risiko penularan HIV," jelasnya.
Melihat angka kasus HIV yang masih tinggi, Dinkes Kabupaten Kediri terus menggencarkan berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan. Pemeriksaan rutin dilakukan kepada kelompok berisiko, seperti ibu hamil, penderita TBC, hingga individu dengan orientasi seksual tertentu.
"Tujuannya adalah menemukan sebanyak mungkin kasus HIV untuk memutus mata rantai penularan secara maksimal," tambah dr. Bambang.
Dinkes juga menekankan pentingnya edukasi kesehatan reproduksi kepada remaja sebagai langkah preventif. Dengan pemahaman yang lebih baik, risiko perilaku seksual berisiko diharapkan dapat diminimalkan.
Kasus baru HIV di Kabupaten Kediri yang masih mencapai lebih dari 200 per tahun menunjukkan perlunya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pendidikan formal untuk memberikan informasi yang benar terkait bahaya HIV/AIDS.
Edukasi yang komprehensif menjadi kunci untuk melindungi generasi muda dari dampak buruk perilaku seksual berisiko. Diharapkan, langkah ini dapat menekan angka kasus HIV di Kabupaten Kediri di masa mendatang.
"Harapannya bisa menemukan kasus HIV sebanyak mungkin. Dengan begitu, maka akan memutuskan mata rantai secara maksimal," tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KB-P3A) Kabupaten Kediri, Nurwulan Andadari, menjelaskan bahwa pihaknya telah gencar melakukan sosialisasi terkait kesehatan reproduksi.
Sosialisasi ini dilakukan melalui pusat konseling remaja serta melibatkan Duta Generasi Berencana (Genre) di setiap desa untuk menyebarkan informasi penting tersebut. Selain itu, upaya ini juga diperkuat oleh Satgas Perlindungan Anak yang bertugas menjaga hak-hak anak dan remaja di wilayah Kabupaten Kediri.
"Kadang, dampak pornografi jauh lebih berbahaya daripada narkoba. Ketika seorang remaja sudah terpapar, minat belajarnya akan menurun drastis, dan pola pikirnya berubah negatif," ungkap Nurwulan.
(Isya Anshori/TribunMataraman.com)
editor: eben haezer
Pemkab Kediri Kebut Perbaikan 78 Ruas Jalan, Target 89 Persen Jalan Mulus di 2025 |
![]() |
---|
BPN Kediri Tindak Lanjuti Aksi Warga Puncu, Peta Tanah Akan Dicocokkan Ulang Minggu Depan |
![]() |
---|
Ratusan Warga Puncu Geruduk Kantor BPN Kediri, Tolak Penetapan Lahan Fasos di Lahan Garapan |
![]() |
---|
MPP Kabupaten Kediri Segera Soft Launching, 20 Instansi Mulai Uji Coba Layanan Awal September |
![]() |
---|
Hangatnya Cangkrukan Kapolres Kediri Bersama Puluhan Lansia GUSDURian Pare |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.