Viral Pelajar Asusila di Kraksaan
Viral Pelajar Berbuat Asusila di Sasana Krida Kraksaan Probolinggo, Direktur Perusda Miris
Direktur Perusda menyayangkan gedung Sasana Krida Kraksaan dijadikan tempat asusila oleh sepasang pelajar. Videonya sudah terlanjur viral.
TRIBUNMATARAMAN.COM | PROBOLINGGO - Direktur Perusahaan Daerah (Perusda), M. Suhud menyayangkan adanya tindakan asusila oleh sepasang pelajar di halaman gedung Sasana Krida, kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.
Seperti diketahui, gedung Sasana Krida Kraksaan ini merupakan aset Perusda.
Suhud membenarkan bahwa tempat yang terlihat dalam video viral adalah di halaman gedung Sasana Krida.
Baca juga: Viral Video Pelajar Berbuat Tak Senonoh di Sasana Krida Kraksaan Probolinggo, MUI Angkat Bicara
"Kalau untuk hari, tanggal dan waktunya saya sendiri belum tahu pasti. Tapi kalau dikatakan kejadiannya kemarin siang, itu saya kira tidak benar, sebab kemarin dari pagi sampai siang saya masih di sini," kata Suhud, Selasa (17/12/2024).
Mantan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo itu memperkirakan perbuatan tak senonoh itu terjadi pada Sabtu (14/12/2024) siang.
Sebab, biasanya di hari itu, kondisi sekitar lokasi memang sepi, terlebih saat siang bolong.
"Ramainya kalau tidak pagi ya sore sampai malam hari. Kalau pagi ada orang senam, kalau sore itu ada anak main basket dan malamnya itu banyak anak nongkrong, karena di pinggir gedung ada yang buka angkringan," jelasnya.
Setelah melihat video mesum sepasang kekasih yang diduga masih duduk di bangku SMP atau SMA itu, Suhud langsung geleng-geleng kepala. Sebab, meskipun di dalam video terlihat tubuhnya masih kecil, tapi sangat nekat.
"Semoga dengan viralnya ini, tidak ada kejadian serupa kedepannya. Sangat miris lihat videonya, kami pun hingga saat ini juga masih mencari saksi, baik itu pedagang kaki lima yang berjualan atau warga sekitar Sasana Krida," ungkap Suhud.
Meski begitu, Suhud mengaku hingga saat ini pihaknya masih belum melaporkan video mesum sejoli tersebut. Dengan alasan, pihaknya masih belum memiliki bukti tambahan untuk melapor ke pihak kepolisian.
"Kalau sudah ada bukti lain yang kami dapat, pasti akan kami laporkan. Kalau untuk sekarang kami belum laporan, ya sambil lalu mencari bukti untuk diserahkan ke pihak kepolisian nantinya," pungkas Suhud sambil menunjuk lokasi mesum.
(ahsan faradisi/tribunmataraman.com)
editor: eben haezer
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.