Liga 1

Wali Kota Blitar Tolak Permohonan Arema FC Gunakan Stadion Supriyadi Untuk Homebase

Santoso, Wali Kota Blitar menolak permohonan Arema FC Untuk menggunakan stadion Supriyadi sebagai homebase mereka di Liga 1 2024/2025. 

Penulis: Samsul Hadi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/samsul hadi
Stadion Supriyadi di Kota Blitar 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Santoso, Wali Kota Blitar menolak permohonan Arema FC Untuk menggunakan stadion Supriyadi sebagai homebase mereka di Liga 1 2024/2025. 

Hal ini disampaikan Ketua PSSI Kota Blitar, Yudi Meira. 

"Arema FC batal homebase di Stadion Supriyadi Kota Blitar pada Liga 1 tahun ini. Permohonan penggunaan Stadion Supriyadi untuk homebase Arema FC di Liga 1 tidak disetujui Wali Kota," kata Yudi Meira, Jumat (7/6/2024).

Baca juga: Arema FC Pindah Kandang, Akan Pakai Stadion Supriyadi di Kota Blitar untuk Homebase Liga 1 Mendatang

Yudi mengatakan PSSI akan menyampaikan jawaban Wali Kota Blitar, Santoso terkait tidak menyetujui penggunaan Stadion Supriyadi untuk homebase Arema FC kepada manajemen Arema FC.

"Kami masih menunggu surat jawaban secara resmi dari Wali Kota. Setelah itu kami sampaikan kepada manajemen Arema FC," ujarnya.

Wali Kota Blitar, Santoso mengatakan memang sudah menerima surat permohonan penggunaan Stadion Supriyadi untuk homebase tim Arema FC beberapa minggu lalu.

Tetapi, Pemkot Blitar tidak menyetujui permohonan Stadion Supriyadi sebagai kandang Arema FC.

Alasannya, kata Santoso, masyarakat Kota Blitar ini masih banyak yang trauma dengan peristiwa dulu, ketika Arema FC bertanding melawan Persebaya pada semi final Piala Gubernur Jatim 2020 di Stadion Supriyadi.

Ketika itu, terjadi kerusuhan antar-kelompok suporter kedua tim di luar Stadion Supriyadi, Kota Blitar.

"Ketika Arema melakukan pertandingan di Blitar, kemudian terjadi kekacauan sehingga merugikan banyak masyarakat di Kota Blitar," kata Santoso.

"Warung-warung, sawah-sawah rusak. Ada sepeda motor yang dibakar, mobil saya juga kena sasaran dirusak, kaca depan belakang pecah," lanjutnya.

Menurut Santoso, trauma masyarakat terhadap peristiwa kerusuhan suporter sepak bola itu masih membekas.

"Mengembalikan trauma masyarakat terhadap peristiwa itu tidak semudah yang dibayangkan. Kemudian terjadi peristiwa Kanjuruhan. Tampaknya, saat ini masyarakat Kota Blitar belum siap kalau Stadion Supriyadi digunakan homebase Arema FC," katanya. 

(samsul hadi/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved