Harga Komoditas
Harga Bawang Merah di Jatim Tak Kunjung Turun, ini Penjelasan Dinas Pertanian
Harga bawang merah di Jatim tak kunjung turun. Berikut penjelasan Kepala Dinas Pertanian Provinsi jawa Timur
TRIBUNMATARAMAN.COM - Harga bawang merah di Jatim tak kunjung turun.
Per hari ini, Jumat (17/5/2024), harga komoditas bawang merah di Kota Surabaya Rp 41.666, sedangkan rata-rata di Jawa Timur masih berkirsar Rp44.235 per kilogramnya.
Harga bawang merah di Jatim tertinggi ada di Kabupaten Bojonegoro yang mencapai Rp52.500,- per kilogramnya.
Begitu juga di Kota Blitar berada di angka Rp 51.000 per kilogram, kemudian di Bondowoso masih di angka Rp 50.000 per kilogram dan di Kota Probolinggo di angka Rp 49.333 per kilogramnya.
Padahal sebagaimana diketahui, di tingkat konsumen, harga acuan untuk bawang jenis rogol kering panen tercatat sebesar Rp36.500 hingga Rp41.500 per kilogram.
Meski harga belum sepenuhnya turun menjadi normal, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Dydik Rudy Prasetya menegaskan bahwa kenaikan harga bawang merah tingkat konsumen mulai mengalami kenaikan harga pada awal April 2024.
“Kenaikan ini diakibatkan beberapa faktor, pertama karena kualitas hasil panen mengalami penurunan akibat curah hujan yang tidak merata sepanjang bulan sejak Maret 2024. Selain itu juga kebutuhan bawang merah menjelang hari raya mengalami peningkatan dari biasanya sampai pasca HKBN sekarang ini,” kata Dydik, pada Surya.
Selama harga bawang merah mengalami kenaikan, dikatakan Dydik bahwa Pemprov Jawa Timur telah melakukan sejumlah langkah untuk menanggulangi lonjakan harga bawang merah di Jatim yang berpotensi membuat inflasi di Jatim.
Seperti melakukan pengaturan pola produksi di daerah sentra dengan melakukan Early Warning Sistem ketersediaan produksi, melakukan enerapan Good Agriculture Practices (GAP), melakukan pengendalian OPT ramah lingkungan, dan juga Gerakan Pasar Murah.
Lebih lanjut Dydik menegaskan bahwa pihaknya optimistis bahwa harga bawang merah di Jatim akan segera kembali menjadi normal. Karena sejatinya berdasarkan stok dan produksi bawang merah Jatim tidak dalam posisi kekurangan. Melainkan produksi panen di akhir April dan Mei ini mengalami kenaikan, sehingga berpotensi surplus.
“Produksi bawang merah kita di bulan April mengalami peningkatan sebesar 33,2 persen dibanding bulan sebelumnya. Bahkan apabila dibandingkan tahun sebelumnya pada bulan yang sama produksi juga mengalami peningkatan sebesar 42 % ,” tegas Dydik.
“Sedangkan potensi produksi bulan Mei 2024 diperkirakan meningkat sebesar 16 % dibanding bulan sebelumnya yaitu sebesar 42.968 ton. Angka ini apabila dibandingkan tahun sebelumnya juga berpotensi mengalami peningkatan 0,6 % . Sehingga sejatinya potensi ketersediaan bawang merah bulan Mei 2024 diperkirakan surplus sebesar 32.075 ton,” tegas Dydik.
Saat ini pun Dinas Pertanian di Jatim terus melakukan upaya perluasan area tanam untuk komoditas Bawang Merah di sejumlah daerah. Bahkan ditegaskannya secara luas panen bawang merah Jatim di bulan April mengalami peningkatan sebesar 25,8 % dibanding bulan sebelumnya.
Demikian juga dibandingkan tahun sebelumnya pada bulan yang sama luas panen mengalami peningkatan sebesar 51,4 % . Jika dibandingkan data, dikatakan Dydik luas tanam bawang merah Jatim tahun 2023 mencapai 51.099 ha.
“Akan tetapi jika dilihat data year on year luas panen bawang merah di 2023 sebesar 51.016 ha mengalami penurunan 1,15 % dibanding tahun 2022 yang seluas 51.607 ha. Akan tetapi produksi mengalami peningkatan sebesar 1,29 % yaitu dari 478.393 ton menjadi 484.669 ton,” tegasnya.
Untuk itu pihaknya mengimbau masyarakat Jatim untuk bersabar dan pihaknya optimistis bahwa harga bawang merah di Jatim akan berangsur normal. Terutama karena bawang merah menjadi komoditas utama yang menjadi bahan pokook dalam memasak di tataran rumah tangga maupun sektor usaha kuliner di Jatim dan Indonesia.
(fatimatuz zahroh/tribunmataraman.com)
editor: eben haezer
Petani Gagal Panen, Harga Bawang Merah di Kota Blitar Naik Jadi Rp 52.000 per Kilogram |
![]() |
---|
Produksi Menurun, Harga Cabai di Pasar Kediri Naik hingga Rp 9.000 per Kg |
![]() |
---|
Menjelang Idul Adha, Harga Cabai Rawit Terpantau Naik di Pasar Setono Betek Kota Kediri |
![]() |
---|
Harga Cabai di Kota Blitar Kembali Naik Pasca Lebaran, Sekarang Rp 48.000/Kg |
![]() |
---|
Daftar Komoditas di Kota Kediri yang Harganya Turun Jelang Lebaran 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.