Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung
Respons Keluhan Nelayan, SPBN Pantai Popoh Rencana Mulai Dibangun Tahun 2024
Merespon permintaan nelayan, Dinas Perikanan Tulungagung sedang mengupayakan berdirinya stasiun pengisian bahan bakar nelayan di Pantai Popoh
Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.COM - Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung tengah mengupayakan sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Pantai Popoh, Kecamatan Besole, Kabupaten Tulungagung.
Usulan SPBN ini bersumber dari aspirasi para nelayan yang sering kesulitan mendapatan solar untuk melaut.
Menurut Kepala Dinas Perikanan Tulungagung, Lugu Tri Handoko, pihaknya telah tanda tangan pengusulan SPBN di Pantai Popoh ini.
"Dinas Perikanan sebenarnya hanya mengetahui, sementara perizinannya ada di provinsi," jelasnya.
Kewenangan SPBN ini juga di bawah Pemprov Jawa Timur, karena berada di lahan milik Pemprov.
Proses perizinannya pun ke Pemprov Jatim lalu diteruskan ke pemerintah pusat.
Proses perizinannya sudah dilakukan sejak 2023 lalu.
"Kami berharap di tahun 2024 bisa dimulai dibangun. Kami berkepentingan karena pembinaan nelayan itu tanggung jawab kami," sambungnya.
Saat ini ada sekitar 1.500 nelayan yang terdata di Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung.
Popoh dipilih menjadi lokasi SPBN karena nelayan terbanyak ada di pantai ini, serta sudah ada pelabuhan perikanan.
Selain itu akses ke pantai ini juga lebih mudah untuk memasok BBM, dan posisi ada di tengah-tengah.
"Nanti nelayan di Tanggunggunung, Pantai Sine bisa juga membeli BBM ini sini," ujar Lugu.
Sementara untuk nelayan di lokasi lain, tetap bisa membeli solar subsidi dengan perizinan khusus.
Pembelian ini biasanya dilakukan dalam kelompok, menghitung kebutuhan setiap kapal yang bergabung dalam kelompok nelayan ini.
Sementara salah satu pemilik kapal, Mohammad Sadat, mengaku selama ini pembelian solar masih lancar.
Para nelayan mendapat izin dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, melalui UPT Pelabuhan Perikanan Pantai Popoh.
Izin ini diperbarui setiap bulan, untuk dasar pembelian solar di SPBU.
"Kalau sekarang belum musim ikan, pembelian tidak ada kendala," terang Sadat.
Namun jika saat musim ikan datang, kebutuhan solar juga meningkat.
Nelayan sering kesulitan mendapatkan solar bersubsidi, karena kuota di SPBU juga dibatasi.
Sadat berharap juga ada SPBN di Pantai Popoh tidak ada lagi kesulitan solar untuk melaut.
"Sudah lama kami mengusulkan ada SPBN di Popoh, karena itu kebutuhan mendesak buat kami," pungkas Sadat.
Pantai Popoh kini bukan hanya menjadi lokasi para nelayan lokal, namun kerap menjadi tempat sandar kapal ikan dari Jakarta dan Pekalongan.
Kapal nelayan ukuran jumbo ini biasa mencari tuna di perbatasan Australia.
Jika muatan sudah penuh, mereka kerap bongkar buatan di Pantai Popoh.
Sebelum melaut lagi, juragan kapal mempersiapkan perbekalan juga dari Pantai Popoh.
(David Yohanes/tribunmataraman.com)
editor: eben haezer
Satlantas Polres Tulungagung Temukan Truk Terlibat Tabrak Lari Lansia |
![]() |
---|
Wow, Desa Beji Tulungagung Punya Sekolah Setingkat SMA Terbanyak di Indonesia |
![]() |
---|
Modus Pinjam, Pemuda Ngunut Tulungagung Membawa Kabur Sepeda Motor Milik Teman Perempuan |
![]() |
---|
Aniaya Teman Kencan saat Nginap di Hotel Tulungagung, Warga Trenggalek Jadi Tersangka |
![]() |
---|
Pemprov Jatim Salurkan 300 Drum Aspal untuk Perbaikan Jalan di Tulungagung |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.