Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung
Pantai Gemah di Tulungagung Banjir Sampah Kiriman, Imbas Banjir di Wilayah Kabupaten Trenggalek
Wilayah Kabupaten Trenggalek Banjir, Pantai Gemah di Kabupaten Tulungagung Banjir Sampah Kiriman
Penulis: David Yohanes | Editor: Rendy Nicko
TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Pantai Gemah di Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung kembali dipenuhi sampah plastik dari laut.
Sampah kiriman ini sebagai dampak dari banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Trenggalek.
Banjir sampah ini mengganggu kenyamanan wisatawan yang berlibur di Pantai Gemah dan sekitarnya.
“Sejak kemarin sudah banyak sampah yang naik ke pantai. Tidak terlalu parah sih,” ujar Andik Setiono, pemilik wahana wisata Gemah Water Sport.
Andik mengakui, keberadaan sampah di Pantai Gemah mempengaruhi aktivitas wisata.
Peminat perahu wisata menurun karena banyak yang merasa tidak nyaman.
Apalagi jika dalam kondisi parah, bukan hanya sampah plastik, tapi juga potongan kayu, bonggol bambu, carang bambu dan aneka material lain.
“Kalau kondisi parah isinya semua benda ada, terutama kayu dan bonggol bambu,” ungkap Andik.
Sampah kiriman di Pantai Gemah ini tidak lepas dari sistem penanggulangan banjir di Kabupaten Trenggalek dan Tulungagung.
Dari Kabupaten Trenggalek ada saluran Parit Raya yang membuang air ke arah Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung.
Sementara dari Kabupaten Tulungagung ada Parit Agung yang membuang kelebihan air dari wilayah kota.
Kedua saluran ini sama-sama masuk ke Sungai Niyama, sebelum masuk ke Bendungan Niyama.
Seluruh sampah yang terbawa dua saluran pencegah banjir ini terkumpul di pintu Bendungan Niyama.
Saat terjadi banjir di Tulungagung atau Trenggalek, maka volume air di Bendungan Niyama akan meningkat.
Pintu bendungan akan dibuka karena pertimbangan keamanan konstruksi bendungan.
Saat itulah sampah dari sungai yang terkumpul akan dilepas ke Teluk Popoh.
Dari laut, sampah-sampah ini terbawa ombak dan mendarat di berbagai pantai di pesisir selatan Tulungagung, Pantai Gemah salah satunya.
“Kebetulan kemarin wilayah Trenggalek banjir, Niyama sempat dibuka. Sekarang sampahnya ke Pantai Gemah,” ucap Imam Rojikin, Ketua Pokdarwis Pantai Gemah.
Banjir sampah kiriman ini menjadi keluhan pelaku usaha wisata pantai karena selalu terjadi setiap kali banjir di Trenggalek atau di Tulungagung.
Sementara belum pernah ada solusi untuk menghentikan sampah-sampah dari sungai ini masuk ke laut.
Rojikin sempat mengeluhkan, para pelaku usaha wisata harus bekerja sendiri membersihkan sampah yang mendarat di pantai.
(David Yohanes/tribunmataraman.com)
Satlantas Polres Tulungagung Temukan Truk Terlibat Tabrak Lari Lansia |
![]() |
---|
Wow, Desa Beji Tulungagung Punya Sekolah Setingkat SMA Terbanyak di Indonesia |
![]() |
---|
Modus Pinjam, Pemuda Ngunut Tulungagung Membawa Kabur Sepeda Motor Milik Teman Perempuan |
![]() |
---|
Aniaya Teman Kencan saat Nginap di Hotel Tulungagung, Warga Trenggalek Jadi Tersangka |
![]() |
---|
Pemprov Jatim Salurkan 300 Drum Aspal untuk Perbaikan Jalan di Tulungagung |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.