Minggu, 12 April 2026

Kondisi Terkini Gempa Tuban

Perkembangan Terbaru Gempa Tuban, Total 69 Rumah Rusak

Berdasarkan pendataan Pemprov Jatim, ada 69 rumah rusak akibat gempa bumi yang berpusat di Tuban, Jatim, kemarin (22/3/2024).

Editor: eben haezer
ist
Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono meninjau lokasi bencana 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Berdasarkan pendataan Pemprov Jatim, ada 69 rumah rusak akibat gempa bumi yang berpusat di Tuban, Jatim, kemarin (22/3/2024).

Rinciannya, 51 rumah rusak ringan, 13 rumah rusak sedang, dan 5 rumah rusak berat.

Selain itu gempa juga mengakibatkan kerusakan pada 2 unit sekolah, 4 unit rumah sakit, 1 pondok pesantren, 5 kantor desa, 3 tempat ibadah, 2 kandang ternak, 1 unit gedung, dan 2 motor. 

Baca juga: Dalam 2 Hari Terjadi 150 Kali Gempa di Pulau Bawean Gresik, Paling Kuat Magnitudo 6,5

Salah satu yang terdampak signifikan adalah warga di Pulau Bawean. Hal ini karena Pulau Bawean menjadi titik terdekat dari pusat Gempa yang terjadi di 132 km timur laut Kabupaten Tuban itu.

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono menyampaikan bahwa semalam Pemprov Jatim melalui BPBD telah mengirimkan Tim Respon Cepat (TRC) ke Pulau Bawean, Kabupaten Gresik.

“Tim dari BPBD, Basarnas, Kementerian PU, dan BMKG telah berangkat ke Pulau Bawean untuk melakukan asesmen potensi kerusakan dan kebutuhan mendesak warga. Sebab Pulau Bawean merupakan wilayah terdampak paling dekat dengan pusat gempa dan paling banyak mengalami dampak kerusakan,” ujarnya, Sabtu (24/3/2024). 

Ia sendiri juga dijadwalkan akan turun langsung meninjau Pulau Bawean pada hari ini guna memastikan bahwa percepatan penanganan pasca terjadinya gempa bisa berjalan lancar. 

“Rencananya saya juga akan langsung turun ke sana untuk memastikan bahwa seluruh warga terdampak bisa terpenuhi kebutuhannya. Sekaligus melakukan asesmen lapangan terhadap dampak dari gempa yang terjadi supaya bisa segera kita tangani,” ujarnya.

Tak hanya di Bawean, sebagaimana diketahui, dampak gempa juga dirasakan di Surabaya. Bahkan salah satu rumah sakit yaitu RS Unair Surabaya mengalami kerusakan cukup berat. Bahkan menyebabkan gedungnya retak-retak dan rusak. Hal ini menyebabkan pasien harus diungsikan di tanah terbuka di luar gedung.

Merespon hal itu, BPBD Jatim telah melakukan gerak cepat melalui pendirian tenda pengungsi di IGD pengungsi RS Unair Surabaya. Sedikitnya, tiga unit tenda telah didirikan sebagai upaya percepatan penanganan dampak gempa yang terjadi di RS Unair.

“Saat ini kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota, BPBD Kabupaten/Kota, Kementerian PU, Basarnas, dan BMKG untuk menentukan langkah-langkah mitigasi bencana dan percepatan penanganan pasca gempa,” imbuh Adhy. 

Dalam kesempatan ini, Adhy turut menyampaikan agar masyarakat tidak panik apabila terjadi gempa susulan. 

“Bila memungkinkan untuk keluar, segera keluar ke lapangan terbuka. Namun bila tidak memungkinkan gunakan meja atau benda kokoh lainnya untuk berlindung di bawahnya,” ujarnya. 

“Jadi jangan panik, tetap waspada, semoga tidak terjadi gempa susulan yang lebih besar,” pungkasnya.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan bahwa seluruh tim BPBD baik di provinsi maupun kabupaten/kota telah bersiap untuk melakukan mitigasi bencana dan penanganan pasca terjadinya gempa bumi. 

“Sejak kemarin kami terus berkoordinasi, terutama dengan BPBD di daerah-daerah terdampak. Semua personel sudah siap siaga melakukan mitigasi bencana di daerah-daerah terdampak,” jelasnya.

(fatimatuz zahroh/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved