Banjir di Madiun
334 Rumah Warga dan Puluhan Hektar Sawah Terkena Dampak Banjir Luapan Sungai Jerohan di Madiun
Sebanyak 334 rumah warga terdampak banjir akibat meluapnya sungai Jerohan di Kabupaten Madiun, sejak Sabtu (9/3/2024) malam.
TRIBUNMATARAMAN.COM - Sebanyak 334 rumah warga terdampak banjir akibat meluapnya sungai Jerohan di Kabupaten Madiun, sejak Sabtu (9/3/2024) malam.
Selain rumah, banjir juga menggenangi fasilitas umum mulai dari pasar, pondok pesantren, persawahan, hingga lingkungan sekolah di Kecamatan Pilangkenceng, Kecamatan Wonoasri, Kecamatan Madiun, Kecamatan Wungu, hingga Kecamatan Balerejo.
PJ Bupati Kabupaten Madiun, Tontro Pahlawanto mengatakan, berbagai upaya penanganan telah dilakukan hingga memastikan banjir benar-benar surut.
Baca juga: Air Sungai Bengawan Solo Meluap, Genangi Pemukiman di Dua Kecamatan di Lamongan
Bahkan, lanjut dia, penanganan pasca banjir juga terus dilakukan. Salah satunya dengan penanganan tanggul yang diidentifikasi jebol, seperti di Desa Warurejo.
“Nanti BPBD berkoordinasi dengan DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang), segera menutup sementara dengan plengsengan. Sambil mengidentifikasi pembangunan permanennya,” ujar Tontro, Selasa (12/3/2024).
Pihaknya akan memaksimalkan perencanaan penanganan kebencanaan dengan matang. Salah satunya memetakan potensi banjir setiap tahun.
“Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk penanganan mitigasi sungai, guna antisipasi meluap dan berdampak ke warga seperti kemarin,” ungkapnya.
Menurutnya, persoalan sungai bukan hanya urusan pemerintah daerah setempat. Sehingga, pihaknya akan bersinergi dengan provinsi dan pusat.
“Harapannya supaya penangananya kedepan tidak terjadi hal seperti ini lagi,” tandas Tontro.
(febrianto ramadani/tribunmataraman.com)
editor: eben haezer
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.