Breaking News

Banjir Bengawan Solo

Terjebak Banjir Akibat Bengawan Solo, Dua Lansia Penderita Stroke di Bojonegoro Menolak Dievakuasi

Dua lansia penderita stroke di Kelurahan Ledok Wetan yang rumahnya direndam banjir luapan Bengawan Solo Bojonegoro, menolak dievakuasi

Editor: eben haezer
ist
Sumito, warga Kelurahan Ledok Wetan yang terkena stroke, menolak dievakuasi kendati rumahnya dikepung banjir akibat luapan sungai Bengawan Solo di Bojonegoro 

TRIBUNMATARAMAN.COM -  Dua lansia penderita stroke di Kelurahan Ledok Wetan yang rumahnya direndam banjir luapan Bengawan Solo Bojonegoro, menolak dievakuasi personel Polres Bojonegoro, Senin (11/3/2024) pagi.

Dua lansia itu adalah Sumito dan Sumarmi.

Sumito tinggal di Lorong 3, sementara Sumarmi di Lorong 4.

Baca juga: 36 Desa di 10 Kecamatan di Bojonegoro Terdampak Banjir Akibat Luapan Bengawan Solo

Kedua lansia ini terjebak banjir luapan Sungai Bengawan Solo setinggi 70-80 cm. 

Kondisi mereka pun memprihatikan. Sumarmi yang lemas, terbaring di atas ranjang dikepung air banjir.

Namun, keluarga Sumarmi belum berkenan Sumarmi dievakuasi ke tempat pengungsian atas kondisi itu. Sumarmi dipilihkan bertahan dikepung banjir.

Sumito yang lunglai, kondisinya jauh lebih memprihatinkan.

Rumah kakek ini dikunci karena ditinggal anaknya keluar sebentar. Begitu pintu berhasil dibuka, kakek penderita stroke ini duduk di lantai dan terendam banjir.

Melihat kondisi miris tersebut, para personel Polres Bojonegoro lantas mengangkat tubuh Sumito ke dipan dan mengganti sarung Sumito yang sudah basah-kuyup karena sudah terendam air banjir.

Ketika para personel Polres Bojonegoro akan mengevakuasi Sumito ke tempat pengungsian, kakek ini menolak. Dia memilih bertahan dikepung banjir di dalam rumahnya dan dalam kondisi sakit strokenya.

Ipda Septian yang memimpin rombongan Polres Bojonegoro dalam upaya evakuasi Sumarmi dan Sumito mengatakan, pihaknya tak bisa memaksa keduanya untuk meninggalkan rumah yang dikepung banjir.

"Para keluarga bersangkutan (Sumarmi dan Sumito, red) belum mau diadakan evakuasi. Kami perlu menghormati keputusan itu," ujarnya kepada awak media yang menyertainya lokasi, Senin (11/3/2024) pagi.

Ke depan, Ipda Septian menandaskan, pihaknya selalu siap membantu bilamana banjir luapan Bengawan Solo semakin parah dan keluarga Sumarmi maupun Sumito sudah berkenan diadakan proses evakuasi ke tempat lebih aman.

(yusab alfa ziqin/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved