Berita Terbaru Kabupaten Kediri
Pemkab Kediri Ambil Air dari 7 Sumber yang Syarat Filosofi untuk Awali Hari Jadi ke-1220
Pemkab Kediri Ambil Air dari 7 Sumber yang Syarat Filosofi untuk Awali Hari Jadi ke-1220
Penulis: Luthfi Husnika | Editor: Rendy Nicko
TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Kabupaten Kediri akan berusia 1220 pada 25 Maret 2024 ini. Tiga tahun belakangan Pemkab Kediri kearifan lokal dilestarikan secara serius. Salah satunya penyatuan air dari 7 sumber mata air.
Salah satu lokasinya ada di Sumber Sugih Waras, Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih.
Pengambilan air dari tujuh sumber ini melambangkan doa agar wilayah dengan penduduk sekitar 1,6 juta jiwa ini mendapatkan pitulungan (pertolongan) dari Tuhan.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Kesenian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Nurvika Maharani.
“Kami sudah melaksanakan pengambilan tujuh sumber itu, karena mengingat tujuh itu (melambangkan) pitulungan. Jadi ada tujuh sumber yang akan kita ambil dalam setiap tahun,” kata Nurvika, Minggu (10/3/2024).
Dalam perayaan hari jadi Kabupaten Kediri, kata Nurvika, diawali dengan prosesi sesuci tirta tersebut. Kemudian air-air tersebut nantinya akan disatukan dalam sebuah wadah tertentu yang digunakan dalam prosesi basuhan Forkopimda di acara inti hari jadi.
Menurutnya, kekayaan sumber mata air di Bumi Panjalu sangat melimpah yang memungkinkan setiap tahunnya air yang diambil berasal dari sumber yang berda.
Hal ini sekaligus bertujuan untuk mengenalkan berbagai potensi sumber mata air di Kabupaten Kediri.
“Setelah (air) terkumpul semua akan kita jadikan satu, untuk prosesi wijikan Mas Bup (sapaan akrab Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana) dan Forkopimda pada acara prosesi hari jadi,” urainya.
Nurvika menambahkan, di tahun ini pengambilan enam sumber mata air dilakukan selama tiga hari. Sementara satu sumber air dari Desa Siman rencananya dilaksanakan menjelang prosesi inti.
Setiap proses pengambilan air tersebut, lanjutnya, biasanya diikuti dengan doa bersama dan kenduri yang disediakan sayuran, ingkung, hingga tumpeng yang difilosofikan sebagai bentuk gemah ripahnya Kabupaten Kediri.
Adapun air 7 sumber yang diambil prosesi di tahun ini yakni Adipati Panjer,Sumber Ubalan Polosoklaten, Sumber Sugihwaras Dukuh Ngadiluwih, Sumber dari lingkungan Makam Gus Miek Ngadi Mojo, Sumber Kembangan Paron Ngasem, Sendang Tirto Kamandanu Pamenang Pagu, serta sumber dari Desa Siman.
Senada dengan Nurvika, Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK4), Imam Mubarok mengatakan prosesi ini tak hanya sebagai wujud penyatuan elemen, namun juga sebagai wasilah untuk seluruh masyarakat Kabupaten Kediri.
Pasalnya, dari setiap sumber yang diambil dipercaya memiliki sejarah hingga kearifan lokal yang dapat membawa keberkahan. Salah satunya Sendang Tirto Kamandanu yang sudah banyak dikenal oleh berbagai kalangan sebagai peninggalan Prabu Jayabaya.
Pihaknya berharap tradisi pengambilan air dari 7 sumber ini bisa terus dilakukan mengingat hal ini merupakan akar budaya Kabupaten Kediri yang harus dijaga kelestariannya.
“Semoga di hari jadi ke-1220 menjadikan Kabupaten Kediri gemah ripah loh jinawi, ayem tentrem, bahagia semuanya, dan semakin maju dengan Kediri Berbudaya,” ujarnya.
(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)
Pemkab Kediri Kebut Perbaikan 78 Ruas Jalan, Target 89 Persen Jalan Mulus di 2025 |
![]() |
---|
BPN Kediri Tindak Lanjuti Aksi Warga Puncu, Peta Tanah Akan Dicocokkan Ulang Minggu Depan |
![]() |
---|
Ratusan Warga Puncu Geruduk Kantor BPN Kediri, Tolak Penetapan Lahan Fasos di Lahan Garapan |
![]() |
---|
MPP Kabupaten Kediri Segera Soft Launching, 20 Instansi Mulai Uji Coba Layanan Awal September |
![]() |
---|
Hangatnya Cangkrukan Kapolres Kediri Bersama Puluhan Lansia GUSDURian Pare |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.