Berita Terbaru Kabupaten Kediri

Menginap di Rumah Warga, Bupati Mas Dhito Kunjungi Pabrik Kerupuk Tengah Malam

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana menginap di rumah warga Desa/Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Senin (12/2/2024).

Penulis: Luthfi Husnika | Editor: eben haezer
ist
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat mengunjungi pabrik kerupuk di Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Senin (12/2/2024). 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana menginap di rumah warga Desa/Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Senin (12/2/2024).

Saat menginap di rumah salah satu warga, bupati yang akrab disapa Mas Dhito tersebut mengunjungi pabrik kerupuk impala. 

Dalam kunjungannya di tengah malam tersebut, bupati yang gemar bervespa tersebut berbincang dengan pemilik pabrik kerupuk, Galih Andri Febianto. 

Baca juga: Mas Dhito Bupati Kediri Keliling Dari Desa ke Desa Sambil Tunggangi Vespa Kesayangan

Mas Dhito mendorong agar pabrik tersebut bisa mengurus perijinan BPOM guna meningkatkan nilai jual dari kerupuk yang dikenal dengan warnanya yang cerah itu. 

"Tadi malam saya berkunjung ke pabrik kerupuk dan saya dorong untuk mengurus BPOM nya supaya harganya bisa tinggi dan untungnya juga tinggi," kata Mas Dhito, Selasa (13/2/2024).

Mas Dhito menuturkan, kunjungan ke pabrik di tengah malam tersebut merupakan rangkaian menginap di rumah warga. Di sore hari pihaknya juga menyempatkan untuk menemui warganya yang tengah melakukan rutinitas. 

"Kita mulai dari sore sudah keliling tadi ada ibu-ibu senam, ada yang voli, ada yang (latihan) Jaranan Jowo," urainya.

Terkait pabrik kerupuk yang dikunjungi, ternyata satu hari bisa menghasilkan tujuh hingga delapan ton perhari. Di mana jumlah ini diproduksi oleh sekitar 90 karyawan yang mayoritas berasal dari desa setempat.

Sang pemilik pabrik, Galih mengatakan, usahanya ini telah digeluti sejak 2011 lalu dan berhasil mendistribusikan kerupuk impala ini hingga keluar pulau. Mulai dari Kalimantan, Sulawesi, hingga Sumatera. 

Dalam perjalanannya, lanjut Galih, pabriknya ini telah mengalami berbagai proses panjang. Menurutnya, upayanya ini didapat melalui kerja keras. 

“Proses (pengembangan) pabrik melalui susah  payah, dan mungkin rejeki juga. Kendalanya, tiga bulan belakangan ini bahan baku (tepung tapioka) harganya tinggi dan langka,” jelas Galih.

Pria berusia 30 tahun ini mengaku bangga bisa didatangi langsung oleh orang nomor satu di Kabupaten Kediri tersebut. 

"Sekelas pabrik yang berkapasitas kecil dikunjungi Mas Dhito sangat senang, rasanya campur aduk," tuturnya. 


(luthfi husnika/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved