Jumat, 10 April 2026

Berita Terbaru Kabupaten Trenggalek

Bupati Trenggalek: Ekonomi dan Ekologi Harus Seiring Sejalan

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengajak masyarakat untuk menjalankan ekonomi dan ekologi secara berseiring.

Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/sofyan arif candra
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin Menanam Pohon di Lahan Bekas Tambang di Dusun Nglayur, Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengajak masyarakat untuk menjalankan ekonomi dan ekologi secara seiring sejalan. 

Hal tersebut disampaikan Mas Ipin, sapaan akrab Mochamad Nur Arifin usai menanam pohon di bekas tambang andesit, serta meresmikan Agroforestri di Dusun Nglayur, Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Rabu (7/2/2024).

Mas Ipin menyebutkan, aksi penanaman pohon ini dilakukan secara serentak di seluruh provinsi di Indonesia.

Sedangkan di Jawa Timur dipilih di Kabupaten Trenggalek, yang mana titiknya di pilih di lahan bekas tambang.

Mas Ipin ingin membuktikan bahwasanya bekas tambang galian C tersebut bisa dimanfaatkan untuk mendorong ekologi dan ekonomi masyarakat.

Salah satu contohnya adalah dibangunnya amphiteater di lahan bekas tambang di Desa Sukorejo untuk pusat kampung budaya dan kampung wisata. 

"Jadi anggapan kalau lahan sudah ditambang sudah tidak ada manfaatnya dan menjadi lahan yang tidak bernilai karena sudah tidak ada mineralnya, atau tidak ada batunya, itu tidak benar," ucap Mas Ipin, Rabu (7/2/2024).

Bahkan di galian bekas tambang tersebut telah digunakan sebagai embung, yang bisa menjadi sumber irigasi petani, dan jadi sumber ekonomi. 

"Di embung tersebut ada mainan bebek-bebekan untuk disewakan juga. Ini menjadi contoh bahwa menjaga lingkungan itu ada rejekinya," tegasnya.

Ke depan amphiteater dan embung tersebut bisa dimeriahkan dengan wisata atraksi serta festival-festival yang bisa dikolaborasikan dengan desa-desa wisata. 

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, satu-satunya hambatan mengubah bekas galian tambang menjadi lokasi wisata atau bisa menjadi lokasi penggerak perekonomian masyarakat adalah meyakinkan masyarakat di lokasi tersebut.

"Memang butuh waktu, tempat ini sudah berjalan 2 tahun untuk merintisnya dan sekarang sudah mulai kelihatan bentuknya," jelas Magister Pengembangan Sumber Daya Manusia, Universitas Airlangga Surabaya ini.

Mas Ipin sendiri berkomitmen untuk menjaga lingkungan di Bumi Menak Sopal, salah satunya adalah dengan menolak keberadaan tambang emas yang akan beroperasi di Kecamatan Kampak dan sekitarnya.

Dalam penanaman pohon serentak seluruh Indonesia tersebut hadir pula Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Sigit Reliantoro.

(sofyan arif candra/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

 

 

 

 

 

 

 

 


Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin Menanam Pohon di Lahan Bekas Tambang di Dusun Nglayur, Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved