Liga 2

Pelatih Persela Lamongan Sebut Timnya Lemah di Sentuhan Akhir Saat Dikalahkan Deltras FC Sidoarjo

Pelatih Persela Lamongan, Djadjang Nurdjaman (Djanur) mengakui timnya lemah dalam sentuhan akhir saat dikalahkan Deltras F, Kamis (18/1/2024) malam

Editor: eben haezer
ist
Pelatih Persela Lamongan, Djadjang Nurdjaman 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Pelatih Persela Lamongan, Djadjang Nurdjaman (Djanur) mengakui timnya lemah dalam sentuhan akhir saat dikalahkan Deltras FC dalam lanjutan Liga 2, Kamis (18/1/2024) malam. 

Di laga tersebut, Persela Lamongan dikalahkan 1-0. 

Kata Djanur, berdasarkan data resmi PT LIB, di laga tersebut, penguasaan bola Persela mencapai 56 persen dan berhasil melepaskan 13 tembakan. Namun hanya 2 tembakan yang mengarah ke gawang lawan.

Sementara Deltras FC menciptakan 12 tembakan, bahkan 5 di antaranya mengarah ke gawang lawan.

Deltras FC lebih unggul dalam menciptakan peluang yang mencapai 8 kreasi peluang. Persela hanya menciptakan 4 kreasi peluang.

"Kami kecurian di babak pertama, setelah itu kami coba menekan, tapi pertahanan mereka cukup kuat. Sementara penyelesaian akhir kami  kurang tenang, sehingga luput menjadi gol dari beberapa peluang yang kami ciptakan," kata Djanur.

Mantan pelatih Persebaya itu secara tegas tidak mau mencari kambing hitam pemain tertentu yang gagal memenfaatkan peluang emas.

"Saya tidak menyalahkan 1-2 pemain, tapi hampir semuanya di laga ini buntu menyelesaikan peluang yang kami ciptakan,"

Padahal di laga terakhir, Persela cukup agresif, berhasil menciptakan tiga gol saat menaklukkan FC Bekasi City 3-1 (13/1/2024).

Selain berbekal kemenangan di laga terakhir, Persela sejatinya lebih diunggulkan pada laga ini, karena dua pertemuan di babak fase grup, Persela selalu menang dari Deltras FC.

"Sudah saya sampaikan, dua kemenangan di fase grup tidak menjadi jaminan, karena Deltras pasti ingin membalas, dan ini terbukti," kata pelatih asal Bandung itu.

Akibat kekalahan ini, Persela yang sebelumnya berada di puncak klasemen sementara Grup Y dengan bekal poin 4 harus tergusur ke posisi dua oleh Deltras FC dengan poin 5.

Enggan terlalu larut dengan kesedihan, Djanur menyebut akan mengevaluasi finishing, kemudian mengusung revans saat menjamu Deltras FC di Stadion Tuban Sport Center, Selasa (23/1/2024) mendatang, laga keempat Grup Y atau sudah masuk putaran kedua.

"Ini (kekalahan) menjadi pembelajaran buat kami, masih ada tiga pertandingan ke depan. Mudah-mudahan kami bisa lebih baik lagi dan bisa menambah poin," harapnya.

Poin setiap laga sangat penting. Sebab, hanya juara grup dari empat grup, dimana setiap grup terdiri dari empat tim, dan satu tim peringkat dua terbaik yang berhak maju ke babak semifinal untuk memperebutkan tiga tiket promosi ke Liga 1 musim depan.

"Tidak ada pilihan, kami harus memenangkan pertandingan di sisa laga, supaya tetap menjaga asa lolos ke babak semifinal," pungkas Djanur.

(khairul amin/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved