Bayi Dibuang di Muncar Banyuwangi
Bayi yang Dibuang Siswi SMP di Muncar Banyuwangi Kini Dalam Kondisi Kritis
Bayi yang dibuang oleh orang tuanya di halaman toko di Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, kini dalam kondisi kritis di RS
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.COM - Bayi yang dibuang oleh orang tuanya di halaman toko di Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, kini dalam kondisi kritis dan dirawat di RSUD Genteng, Banyuwangi, Selasa (9/1/2024).
Direktur RSUD Genteng dr Siti Asiyah Anggraeni menjelaskan, saat dirujuk ke rumah sakit dari Puskesmas Sumberberas, Senin (8/1/2024), bayi tersebut dalam kondisi hipotermia. Berat badan bayi juga rendah, yakni hanya 1,2 kilogram.
"Saat ini kondisinya masih kritis. Dirawat di ruang MICU (Medical Intensive Care Unit) dan harus pakai ventilator," kata Asiyah, Selasa (9/1/2024).
Baca juga: Bayi Malang Dibuang di Halaman Toko di Muncar Banyuwangi, Terselip Pesan Dari Orangtuanya
Pihak RSUD menurunkan tim khusus untuk memantau dan menangani bayi berjenis kelamin laki-laki itu. Pemantauan dilakukan secara intensif. Sehari dirawat, kata Asiyah, kondisinya terus membaik.
Sekadar informasi, sesosok bayi laki-laki ditemukan oleh warga di halaman sebuah toko, Minggu (7/1/2024) petang. Bayi tersebut ditinggal oleh orang tuanya dalam kardus tertutup.
"Awalnya pemilik toko yang sedang menunggu toko mendengar ada suara bayi dari arah depan toko. Kemudian ia mendatangi sumber suara dan menemukan sebuah kardus dalam keadaan tertutup," kata Kanit Reskrim Polsek Muncar Ipda Oky Heru Prasetyo.
Pemilik toko langsung mendekati kardus dan membukanya. Alangkah kagetnya ia mengetahui bahwa kardus tersebut berisi sesosok bayi.
Baca juga: Pembuang Bayi di Muncar Banyuwangi Ternyata Ibunya Sendiri, Masih Siswi SMP
"Pemilik toko langsung menginformasikan ke warga lain. Kemudian informasi tersebut diteruskan ke kami," tambahnya.
Orang tua yang membuang bayi itu turut meninggalkan pesan tertulis dalam selembar kertas. Surat itu berisi ketidaksanggupannya untuk mengurus bayi dengan alasan ekonomi.
"Karena saya tidak mampu untuk mengurus bayi ini, karena segi keuangan," tulis orang tua bayi.
Kurang dari 24 jam, orang tua pembuang bayi terungkap. Sang ibu adalah siswi salah satu SMP negeri di Banyuwangi berusia 15 tahun. Kini, kasus tersebut tengah ditangani oleh Unit Reknata Satreskrim Polresta Banyuwangi.
Setelah pelaku pembuangan terungkap, baru diketahui bahwa motif pembuangan bayi bukan karena faktor ekonomi.
(aflahul abidin/tribunmataraman.com)
editor: eben haezer
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.