Selasa, 5 Mei 2026

Lift Horor di Kampus UM

Viral Video Lift 'Horor' di Kampus UM, Pihak Kampus Beri Penjelasan

Di media sosial TikTok, viral sebuah video horor lift kampus UM (Universitas Negeri Malang). Pihak kampus beri penjelasan.

Tayang:
Editor: eben haezer
sylvianita widyawati
Gedung Kuliah Bersama (GKB) Universitas Negeri Malang (UM). 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Di media sosial TikTok, viral sebuah video horor lift kampus UM (Universitas Negeri Malang).

Dalam video yang diunggah akun @Hyuxyzzz tersebut, seorang mahasiswa dibawa naik ke lantai 7 dari lantai 3. Padahal, saat itu dia memencet tombol lantai 1.

Setibanya di lantai 7, pintu lift terbuka dan dia dihadapkan pada ruangan yagn sepi dan gelap. Situasi itu menyebut si mahasiswa merasa takut. 

Faul Hidayatun Nafiq, Kasubdit Sarpras UM menjelaskan, jika melihat lift dalam video itu, tampaknya benar bahwa itu direkam di Gedung Kuliah Bersama UM.

"Tapi saya nggak tahu di GKB 19 atau 20. Soalnya liftnya di dua gedung itu sama," jawab Faul ketika bertemu di ruang humas UM, Rabu(6/13/2023). 

Dia mengatakan, lift ke GKB baik 19 dan 20 untuk lantai  2 dan 3 sudah dinonaktifkan dengan harapan mahasiswa bisa sehat berjalan kaki dengan naik tangga. 

"Bagaimana lift bisa langsung ke lantai 7? Mungkin ada yang menekan di lantai 7. Kadang mahasiswa saat masuk di lift itu tidak melihat tanda naik atau turun. Kalau otomatis ke lantai 7 sepertinya tidak masuk akal tanpa ada yang menekan. Kecuali kalau nyala terus berarti ada sistem yang gagal. Atau nomer 7 tertekan terus," papar Faul.

Ia mencontohkan seperti lift barang di gedung rektorat yang ditekan angka 5 tidak bisa. Tapi secara prosedur, ke lantai 5 boleh.

Terkait suasana lantai 7 yang gelap, dia menyebut karena petugas selalu mematikan lampunya bila ruangan tak terpakai. 

"Bukan horornya. Petugas keamanan selalu melakukan skrining. Terutama penerangan di lorong. Kalau penerangan di kelas di GKB otomatis mati jika tidak dipakai," jawabnya.

Namun adanya video itu bagi dia adalah sebagai evaluasi. Bisa jadi karena sistemnya error.

"Akan kami tindaklanjuti. Kemungkinan di sistem softwarenya meski itu hardware error," pungkasnya.

(sylvianita widyawati/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved